Can I Trust You?

218 74 6
                                    

Chapter 9



Chapter 9

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Taehyung memangku kepalanya dengan tangan kirinya yang bersimpu diatas meja, sengaja agak dia miringkan dan sedikit mendongak ke arah Sooyoung. Pandangannya tajam membalas tatapan Sooyoung yang berbinar dan terlihat terpesona oleh ketampanannya itu. Dan karena Taehyung juga sadar akan ketampanannya itu (terkadang dia memang terlalu percaya diri) jadi Taehyung sengaja mempertahankan posisi bergayanya itu. "Jadi..." Taehyung berkedip dengan gerakan yang menurut Sooyoung sangat lambat dan membuat wajah Taehyung jadi dua kali lebih mempesona kemudian Taehyung melanjutkan. "Kau tidak pulang ke tempat asalmu dua hari ini?"

Sooyoung menggelengkan kepalanya, tersenyum dan menjawab. "Aku kan sudah bilang aku tidak pergi ke pulau jeju kemarin-kemarin."

"Ck!" Taehyung rasa Sooyoung sudah benar-benar sangat mendalami perannya. Tapi lupakan! Tatapannya masih tajam memandang Sooyoung yang terlihat masih saja terpesona padanya. "Aku serius! Aku pikir kau sudah kembali ke tempat asalmu itu."

"Aku tidak akan pernah bisa kembali ke gunung Xu tanpa manik-manik kehidupanku."

Taehyung sepertinya lupa kalau seharusnya dia masih mempertahankan posisi bergayanya itu agar tetap terlihat semakin tampan. Jadi dengan mata yang membelalak, Taehyung justru sedikit memiringkan duduknya ke arah Sooyoung (tidak lagi bergaya sok tampan walau memang tampan bukan main).  Kedua tangannya sudah tidak menopang kepalanya atau bergaya apapun lagi (Nanti pasti dia menyesal setelah sadar, ckckckc). "Apa maksudnya kau tidak bisa pulang ke tempat asalmu itu?"

Sooyoung tersenyum, cantik dan tulus walau jawaban yang dia jawab ini kedengarannya agak menyedihkan sebenarnya. "Aku tidak akan punya cukup energi untuk kembali ke gunung Xu tanpa manik-manik kehidupan yang sekarang ada didalam tubuhmu itu. Dan aku tidak mungkin mengambil manik-manik kehidupanku darimu hanya untuk pulang karena kau pasti akan mati."

Taehyung berkedip, merasa ada sesuatu yang salah dan mengganjal didalam sudut hatinya. Tapi Taehyung berusaha untuk menepis semua itu. Dia mencoba berpura-pura untuk tidak mendengar kalimat Sooyoung yang barusan agar hatinya sedikit merasa tenang. Lagi pula  (sekali lagi) bukan Taehyung yang meminta manik-manik kehidupan milik Sooyoung itu berada didalam tubuhnya. Yah walau Taehyung memang berharap kalau dia bisa hidup dalam waktu yang lama. "Jadi, kau tidak akan pernah pulang ke tempat asalmu?" Taehyung menaikan sebelah alisnya. Diam-diam dia berharap agar Sooyoung tidak menjawab dengan sesuatu yang membuatnya kembali merasa bersalah atau suatu jawaban yang benar-benar tidak ingin dia dengar, seperti : Sooyoung akan menetap selamanya disini, menempelinya dan-

"Aku tidak akan kemana-mana, aku akan terus didekatmu, menjagamu juga manik-manik kehidupanku itu!"

Taehyung berdiri bangun. Tatapannya menatap Sooyoung seolah tidak percaya seperti halnya dai baru saja mendengar kalau kucing bisa bertelur sekarang ini. "Apa maksudnya?"

The Story About  the Eight Tails FoxTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang