Menikah? (30)

354 48 29
                                    

____

Jangan lupa ngaji dan shalawat Nabi🤍
Tetap jaga iman dan imun🤍

Happy Reading!

***
Amelia baru saja turun dari mobil ketika tiba di Braga Athaya Group. Dengan anggun, wanita itu menutup pintu mobil lalu netranya langsung bertemu dengan Raga yang juga baru turun dari mobil. Amelia tersenyum puas ketika usahanya tidak sia-sia untuk datang ke rumah Raga lalu mengikuti lelaki itu.

"Aga," panggil Amelia sambil menarik lengan Raga.

Melihat kehadiran Amelia membuat Raga mendengkus dengan kesal. Kemudian, lelaki itu dengan kasar menepis tangan Amelia yang masih berada di lengannya.

"Sss, sakit, Aga," dumel Amelia cemberut.

"Raga is not Aga!" Raga berujar penuh penekanan dengan pandangan sinis.

"Kamu dulu suka aku panggil dengan sebutan Aga lho."

"Itu dulu tidak untuk sekarang."

Raga berjalan meninggalkan Amelia. Namun, wanita itu menghadang langkah Raga. Raga benar-benar kesal sekali dengan Amelia yang mengganggu hari-harinya.

"Do not disturb me, Amelia!"

"Aku nggak ganggu kamu kok. Aku mau nemenin kamu kerja," ucap Amelia dengan tersenyum lebar.

"Bertemu dengan kamu aja buat saya badmood apalagi kalau sampai kamu nemenin saya kerja. Minggir!"

Raga mengusir Amelia. Namun, wanita itu masih bergeming menatap Raga memelas. Raga sama sekali tidak peduli dengan raut wajah yang ditampilkan oleh Amelia. Ia hanya ingin wanita itu segera pergi dari hadapannya.

"Pergi!"

"Kamu kok ngusir aku sih? Padahal, dulu kamu selalu pengen ditemenin aku, Ga," ucap Amelia dengan bola mata berkaca-kaca.

"Itu dulu."

"Dulu kamu cinta sama aku. Bahkan, dulu kamu nggak bisa lihat aku nangis sekarang kamu kok buat aku nangis, Ga?" Amelia berujar dengan mengusap sudut matanya yang sudah berair.

"Jangan bawa-bawa masa lalu, Amelia. Kita sudah hidup di masa yang sekarang. Saya dan kamu tidak memiliki hubungan apapun lagi." Tegas Raga.

"Raga, jika aku menyakitimu terlalu dalam. Berikan sepatah maaf untukku. Tidak hanya memperbaiki, aku akan menjadi versi terbaik untuk melengkapimu."

"Saya sudah memaafkan kamu. Namun, saya nggak bisa nerima kamu untuk melengkapi hidup saya lagi," ucap Raga dengan menyorot datar Amelia.

"Aku sadar, dahulu sikapku menyakiti mu. Maka, izinkan aku sekarang untuk memberikan bahagia untukmu, Ga," tutur Amelia dengan penuh harap.

"Saya lebih bahagia sejak nggak ada kamu di dalam hidup saya, Amelia."

"Sudah cukup rasanya. Kamu menghukum aku seperti ini, Raga. Meskipun aku terlambat untuk mencintaimu, tetapi aku yakin masih ada ruang di hatimu untukku."

Raga terkekeh sinis mendengar penuturan dari Amelia. Sungguh, wanita yang ada di hadapannya ini terlalu percaya diri.

"Bahkan, semua ruang di hati saya sudah memblokir nama kamu!"

Setelah mengatakan kalimat tersebut. Raga langsung berjalan dengan cepat untuk masuk ke dalam kantor penerbitannya. Amelia tidak lagi mengejar Raga. Ia hanya memandang tubuh lelaki itu yang berjalan semakin jauh dengan air mata yang berjatuhan.

Rahasia Hati Braga (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang