Prenuptial agreement sebenarnya apa pentingnya dari perjanjian pranikah ini? mungkin bagi banyak orang hal ini cukup dikatakan saja, tidak perlu mengunjungi notaris dan bertanda tangan dibawah sebuah surat perjanjian.
Bagi Ellouisse ini adalah hal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°°°°°
Sore itu Ellouisse baru saja pulang dari rumah sakit setelah pemeriksaannya, ia ditemabi Yemimah karena sangat tidak mungkin jika Mikhael yang menemaninya. Aah.. Memikirkannya saja cukup membuat Ellouisse merasa pusing dan mual lagi.
Sudah 2 minggu ini Mikhael menunggu kabar dari Ellouisse dan bundanya. Menunggu kabar apakah Ellouisse sudah mau ditemuinya dan sebenarnya ada apa dengan istrinya. Baik bundanya, ayahnya, dan Adiknya sama sama tidak memberikan kabar yang pasti. Bahkan Jeremy bilang ia tidak tahu apapun tentang Ellouisse.
"El, Mikha bilang pengen ketemu kamu. Dia khawatir sama kamu. Sekalian lah kamu kasi dia kabar tentang anak kalian." Ujar Yemimah yang masih fokus membaca pesan dari Mikhael.
"Iya bun, boleh. Tapi suruh mandi dulu bun. Sama jangan pake parfum. El sebel banget sama parfum nya Kak Mikha."
Mendengar penuturan menantunya, Yemimah tertawa. "Kalo itu mah bawaan bayi sayang. Anak kamu gasuka sama parfum ayahnya." Ellouisse mengangguk perlahan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mereka sampai di rumah besar keluarga Arga. Dan dengan bersama memasuki rumah besar tersebut. Mikhael yang awalnya berada di ruang tengah untuk menonton TV menghambur ke depan untuk menemui istrinya dan bundanya.
Ellouisse masih memberi isyarat agar Mikhael tetap menjaga jarak. "Kamu sudah mandi kak?" Mikhael terlihat bingung namun tetap mengangguk untuk menjawab. "Ini juga ngga pake parfum kok, udah ganti baju." Ujar Mikhael yang masih dilanda ke bingungan.
"Mau peluk, boleh?" Mikhael justru meminta izin karena ia tidak tahu bagaimana perasaan istrinya.
Mikhael benar benar memeluk Ellouisse. Pemandangan yang manis menurut Arga, Yemimah dan Jeremy. "Kamu kenapa sih ga mau ketemu aku dari kemarin? Aku ada salah sama kamu? Apa? Aku ga ngerti kalau ga ditegur sayang"
"Ngga ada salah.. Anaknya kakak aja yang ngga mau kakak deket deket dulu."
"Emang kenapa...? Eh? Anak? Anak aku?" Menunjuk dirinya, Mikhael sedikit bingung dan tidak percaya dengan ucapan Ellouisse barusan.
"Iya anak kamu."
"Mau peluk lagi..."
"Ngga ah, jauh jauh. Kamu bau."
Ellouisse kemudian berlari menuju kamar eden. Karena benar, ia benar benar merasa aneh pada Mikhael belakangan ini. Ia merasa sebal dan tidak menyukai parfum apapun bahkan sabun apapun yang Mikhael gunakan. Ia tidak suka.
°°°°°°
"Aku harus pulang nih? Padahal aku kangen kamu.." Mikhael merengek kala mereka duduk bersama di ruang tengah menikmati film keluarga yang terputar.
"Tapi mandi dulu kak."
"Aku udah mandi sayang." Mikhael menatap aneh terhadap istrinya. Benar benar aneh karena ia sudah mandi tapi Ellouisse terus menerus menyuruhnya mandi.
Jeremy yang melihat bagaimana Mikhael yang berprilaku sangat clingy pada istrinya itu merasa aneh. "Bang lo clingy banget deh. Apa itu efek istri lo lagi hamil?"
Ucapan Jeremy terhadap Mikha mendapat sambutan tawa renyah dari Ellouisse. Ellouisse menyukai bagaimana penyampaian Jeremy yang mampu membuat Mikhael merasa kesal.
"Berisik lo, iri aja."
"Udah udah, mending kamu mandi dulu kak!" Ucap Ellouisse yang kemudian beranjak. Ia ingin mengantar Eden ke kamarnya. Karena sepertinya adiknya tersebut sudah mengantuk. "Ayo Eden ke kamar."
Ellouisse menemani Eden, agar balita itu lekas tertidur dengan cara memeluknya. Namun, seseorang tiba tiba saja mengusiknya dengan memeluknya dari belakang.
Tentu Mikhael lah pelakunya. Ellouisse menoleh melihat ke arah Mikhael. "Aku kangen banget.. 2 minggu loh kita ngga ketemu."
Ellouisse segera bangun dari posisinya sebelumnya. Melihat Eden yang sudah terlelap. "Kak, jangan berisik. Eden sudah tidur." Kemudian memperbaiki posisi selimut adik nya tersebut dan beranjak keluar dari kamar.
"Kamu mau kemana?"
"Ke kamar." Ucap Ellouisse meninggalkan Mikhael. Tentu saja, Mikhael menyusulnya.
Yang terjadi selanjutnya adalah Mikhael yang memeluk ellouisse dengan erat dan tak henti hentinya memberikan kecupan pada wajah wanitanya itu.
"Aku kaget sama reaksi anak kita yang buat kamu sebal sama aku. Tapi gapapa, dia harus sehat sehat. Kamu juga harus sehat sehat. Kalau mau apa apa bilang aku ya sayang."
Semuanya hanya ditanggapi dengan anggukan kecil oleh Ellouisse.
03.00
"Kak... Aku pingin makan ramyun pedas. Tapi kak Mikha yang buat..."
"Sayang... Bunda bahkan larang aku deket deket kompor."
"Ih kak.. Aku pengen banget."
"Oke.. Sekarang aku buat."
Mikhael langsung saja bangun dan bergegas ke dapur. Namun, sebelumnya ia pergi ke kamar Jeremy dahulu untuk menemaninya agar tak terjadi hal yang tak diinginkan di dapur nanti.