*Karya : Ilham*
Hujan menyapa sore ku hari ini. Rintik rintik hujan yang jatuh tepat di atas ubunku, Bukannya berlari meneduh, tapi aku malah menyambutnya.
Seseorang dari kejauhan berteriak,"jangan bermain-main, yang dirindukan hujan adalah bumi nya, ia datang untuk menyambangi kekasihnya, Bukan untuk membuat mu terluka."Rintik menyapaku,"kau kenapa? Tidak seperti biasanya kau menyambut kedatangan ku?
Biasanya kau akan marah jika aku berkunjung,
Biasanya kau membenciku. Lalu sekarang?
Aku tidak menjawabnya, dan biarkan hujan lain turun dari kedua mataku.
Angin riuh berhembus menyapa dan berujar,
Bodoh sekali kau, ingin menangis saja harus menunggu rintik."
Lagi, hujan semakin dekat lalu berucap "kenapa kau harus berpura-pura mencintaiku untuk menyembunyikan tangismu?"
Gemuruh datang, lalu menyadarkanku. "kau egois, dan sekarang semua meledak, meledak. Kau seolah-olah menyakiti diri sendiri, tapi bersikap seolah semesta yang jahat."

KAMU SEDANG MEMBACA
Ruang Sajak Puisi
PoetryRuang Sajak Puisi adalah kumpulan atau sajak dari isi hati perempuan yang sedih lalu di jadikan sajak puisi yang menakjubkan kan dan keren di jamin seru. Puisi yang tentunya akan kalian sukai.. Ada beberapa genre romantis, ada perjuangan, oran...