tujuh belas

18 0 0
                                    

Dea berjalan ke arah taman sekolah, ia terdiam sedang memikirkan sesuatu

"Seharusnya dari dulu aku hanya berteman dengannya dan tidak merasa geer" ucap Dea terdiam

Flashback on•

Dea duduk dan memainkan ponsel nya, tiba-tiba seseorang datang sambil berlari lalu tersenyum

"Assalamualaikum"

"Halo Tante" sapa seseorang itu pada Tante lala membuat Dea bingung

"Waaalaikumsalam"

"Kamu udh sampai ternyata" ucap Tante lala

"Eh iya, bagaimana keadaan Raka Tante? Apa dia baik-baik saja?" Tanya seseorang itu

"Dia belum sadarkan diri" ucap Tante lala, lalu seseorang itu duduk

"Oh iya, Dea kenalin ini nara temen nya raka, dan nara ini Dea temenya Raka juga" ucap Tante lala memperkenalkan, Dea hanya tersenyum pada Aliya

"Nara" ucap Nara tersenyum

"Dea"

Tiba-tiba dokter keluar dari ruangannya "bagaimanapun keadaannya dok?"tanya Tante lala

"Alhamdulillah, dia sudah sadar" ucap dokter tersenyum mereka pun tersenyum

"Apakah boleh saya masuk?" Tanya nara

"Boleh, tapi hanya bisa satu orang satu orang ya" ucap dokter

"Saya dulu ya" ucap Tante lala, dokter pun pergi

Tante lala berjalan menghampiri Raka yg terbaring di kasur rumah sakit

"Kamu udah sadar" ucap Tante lala penuh senyum yg di balas senyuman oleh Raka

"Di luar ada nara" ucap Tante lala raka sedikit terkejut

"Nara? Untuk apa dia kesini?" Tanya Raka

Skip

Tante lala keluar dari ruangan Raka "eh Tante mau ke kantin dulu ya" ucap Tante lala

"Apakah saya boleh masuk Tante?" Ucap Dea, tadinya nara mau bicara tapi terpotong oleh Dea nara pun sedih melihat itu Tante lala pun tersenyum dan bicara pada Dea

"Biarkan nara yg masuk dulu ya de?" Ucap Tante lala, Dea mengangguk ragu dan tersenyum paksa, Aliya pun tersenyum lalu masuk ke ruangan raka, dan Tante lala pun pergi

"Halo Raka!" Ucap nara, Raka memalingkan wajahnya

"Aku kesini mau jenguk kamu, kamu ga seneng?" Tanya nara tak ada jawaban dari Raka membuat nya sedih

"Aku kangen sama kamu ka" ucap nara Raka memutar bola matanya malas

"Biasakah kamu keluar?" Tanya Raka masih memalingkan wajahnya malas, mendengar itu nara pun sedih

"Tapi ka, aku kangen sama kamu, udah lama kita ga ketemu kamu ga kangen sama aku? Semenjak kamu pindah ke sini kamu berubah" ucap Nara sedih membuat Raka menatap Nara

"Maaf" ucap Raka lalu memalingkan wajahnya lagi, Nara pun tersenyum

"Di sana aku ga ada temen" ucap Nara lalu beranjak dari duduk nya lalu pergi

Dea yg tak sengaja mendengar pembicaraan mereka pun pergi

Flashback off•

Dea beranjak dari duduk nya dan pergi ke kelas, tapi langkah nya terhenti saat tak sengaja mendengar Raka sedang menelepon seseorang

"Apa sih?"

"Nanti siang sibuk ga?"

"Sibuk nih,Napa emng?"

"Kangen, kamu ga kangen sama aku?"

"Ngga tuh geer amat"

Dea memalingkan wajahnya dan memilih pergi tapi langkahnya terhenti

"Kak Tara?" Ucap Dea kak Tara hanya tersenyum tipis

"Lo cemburu ya? Raka Deket sama Nara?" Tanya kak Tara memastikan Dea menggeleng cepat

"Udah Jangan sedih, oh iya, gue mau ke kantin mau ikut? Gue traktir deh" ucap kak Tara, Dea yg tadi nya terdiam langsung tersenyum dan mengangguk senang

"Awas ya! Lo traktir" ucap Dea kak Tara mengangguk tersenyum lalu pergi ke kantin

Skip pulang sekolah •

Dea berjalan dan melihat sekeliling, tapi tiba-tiba seseorang mengejutkan nya

"Halo" ucap Raka tersenyum tpi tak Dea tak membalas senyum nya membuat Raka bingung

"Kalo Dateng tuh ucapin salam dulu" ucap Dea

"Oh iya hehe"

"Assalamualaikum"

"Waaalaikumsalam"

"Kamu kenapa sih?" Tanya Raka Dea tak menjawab dan terus berjalan tak memperdulikan Raka, membuat Raka bingung

"Kamu kenapa? Marah sama aku?" Tanya Raka, tapi Dea masih tak memperdulikan nya

"Dari pada kamu nanya-nanya ga jelas mending pulang duluan aja" ucap Dea dingin, membuat Raka makin bingung, tapi Raka tidak memilih pulang duluan

"Kamu marah sama aku?" Tanya raka, lagi-lagi dea tak memperdulikan nya, membuatnya sedikit kesal

"Menurut mu?" Ucap Dea mempercepat jalannya meninggalkan Raka

"apa Dea marah padaku? Kenapa? apa karna Nara?" Ucap Raka bingung dan melanjutkan jalannya

Perjodohan (Jeongin × Ningning)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang