Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang, oh bukan! Dia bukan orang, melainkan siluman! Tapi, siluman itu termasuk sejenis orang atau bukan yah?
Sudahlah, lupakan soal itu!
Pokoknya, dahulu (saat Taehyung masih kecil) kakeknya yang sangat kolot itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"APA YANG SEDANG COBA KAU LAKUKAN, BRENGSEK?!" Taehyung segera berlari sambil membuka jasnya untuk mendekati Sooyoung. Dia menyampirkan jasnya itu ke atas kedua bahu Sooyoung kemudian melirik Sooyoung yang ekspresinya bingung lalu kembali menatap tajam pada lelaki yang masih saja duduk disamping Sooyoung itu. "Aku bilang, APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN?"
Jungkook mengernyit, merasa bingung. Alih-alih menjawab pertanyaan yang ditanyakan Taehyung barusan, dia justru balik bertanya. "Siapa kau dan kenapa bisa kau ada disini?" Jungkook mencoba mencari-cari keberadaan ibunya Sera karena dia pikir mungkin saja lelaki aneh yang tiba-tiba datang dengan segala emosinya ini adalah salah satu undangan dari ibunya Sera itu. Tapi ibunya Sera entah sedang berada dimana lalu Jungkook seperti baru sadar kalau lelaki aneh itu baru saja menyampirkan jasnya untuk Sooyoung. Masih dengan ekspresi bingungnya, Jungkook menatap Taehyung dan menambahkan rentetan pertanyaannya. "Apa yang kau lakukan, disini?"
Taehyung rasa dia sudah sering mengatakan kalau dia tidak punya stock kesabaran yang sebesar dan setinggi gunung Himalaya. Stock kesabaran yang dimiliki Taehyung hanya sebatas selembar tissue yang benar-benar selembar (sebelumnya selembar tissue itukan terdiri dari dua lembar, nah untuk kasus Taehyung dia hanya benar-benar lembaran selembarnya saja). Jadi tanpa mau repot-repot menjawab pertanyaan dari lelaki yang tidak tahu kenapa terlihat sangat menyebalkan bagi Taehyung ini, Taehyung raih saja satu pergelangan tangannya Sooyoung (entah kanan atau kiri karena Taehyung tidak mau kembali repot-repot memilih tangan mana yang dia mau raih yang penting itu milik Sooyoung) kemudian Taehyung (agak) sentak dan tarik pergelangan tangannya Sooyoung itu agar Sooyoung berdiri kemudian Taehyung tuntut (sekali lagi agak) kasar agar Sooyoung mau berjalan mengikutinya.
"Tunggu!" Sooyoung menolehkan kepalanya ke belakang. Kakinya terpaksa melangkah mengikuti Taehyung karena dia sedang mengenakan sepatu berhak tinggi yang sebelumnya belum pernah dia kenakan dan itu sangat merepotkan baginya. Ekspresinya menunjukan rasa bersalah saat Jungkook mengamati kepergiannya. Lalu sambil terus mengikuti langkah Taehyung dia bergumam. "Maaf, aku akan menjelaskannya nanti!"
Taehyung dengar semua kalimat yang baru saja dikatakan Sooyoung itu. Dan APA KATANYA? Sooyoung ingin menjelaskan sesuatu pada lelaki sialan itu? Apa yang mau Sooyoung jelaskan dan soal apa coba?
Taehyung berhenti mendadak lalu dengan cepat membalikan badan hingga Sooyoung harus ikut berhenti seketika dan membuat Sooyoung sedikit terhuyung kedepan hingga membentur dada Kim Taehyung yang lebar dan hangat itu.
Taehyung memang tidak punya stock kesabaran yang banyak tapi hal bagusnya, dia punya gerakan reflek yang cepat dan berguna disaat yang tepat. Seperti sekarang ini, ketika Sooyoung terhuyung dan hampir jatuh ke dalam pelukannya (sebenarnya sudah jatuh kedalam pelukannya memang), dengan cepat kedua tangan Taehyung bisa melingkari pinggang ramping Sooyoung. "Hati-hati, kau bisa saja terjatuh!"