43. 🌵Sebatas Cewek Sialan🌵

104 16 5
                                    

Semenjak pulih dari kecelakaannya, banyak perubahan yang terlihat kontras pada Arki

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semenjak pulih dari kecelakaannya, banyak perubahan yang terlihat kontras pada Arki. Arki lebih banyak diam dari biasanya. Arki lebih ketus dari biasanya. Arki lebih tak acuh dari biasanya. Lalu, kemana perginya emosi yang kerap kali tak terkontrol? Kemana perginya mulut bawel yang menyebalkan itu?

Arki memang mengalami amnesia lakunar. Amnesia jenis disebabkan oleh kerusakan pada otak bagian limbik akibat dari pendarahan di otaknya. Untungnya cedera akibat benturan keras itu tidak terlalu parah sehingga Arki masih bisa hidup.

Amnesia lakunar ini membuat Arki kehilangan ingatan secara acak dan tidak menentu. Itu yang mungkin bisa dijelaskan secara singkatnya pada siapapun.

Awalnya, Arki dinyatakan baik-baik saja tanpa masalah apapun pasca operasi. Namun, ketika siuman, Arki melupakan sebagian ingatan : ingatan tentang peliharaannya, ingatan tentang satu minggu sebelum kecelakaan, serta ada beberapa orang terdekat yang tak dikenalnya. Selain pemeriksaan lebih lanjut lagi, hal itu cukup meyakinkan seluruh keluarga, bahwa Arki memang kehilangan ingatannya secara acak.

Akan tetapi, sejauh ini keluarga belum mengetahui momen apa saja yang masih bertahan di memori Arki. Sebab, interaski Arki yang menutup diri membuat seluruh anggota keluarga segan untuk menanyakan perihal itu.

Dokter spesialis yang menjadi dokter pribadinya mengatakan bahwa ingatan Arki itu mungkin bisa kembali dan mungkin juga tidak. Tidak ada yang tahu. Karena Arki sendiri yang memiliki kendali atas itu semua. Jika ia berusaha mengingat mungkin ingatan itu bisa saja kembali meski tetap tak utuh. Walaupun terkesan sulit, tapi tidak ada yang tidak mungkin.

Arki tahu kondisi memorinya. Namun, entah apa penyebab Arki yang jadi enggan untuk melakukan segala hal. Menurut Nevan kain kasa yang mungkin tertinggal di kepala Arki saat operasi, membuat temannya itu menjadi koslet.

Nevan menghela napas ringan dengan tangan terlipat di dadanya. "Dia masih belum mau keluar dari kamarnya, Bang?"

Arka yang menjadi pendengar dari pertanyaan Nevan, lantas menjawab hanya dengan gumaman saja. Mereka berdua berdiri di ambang pintu seraya memperhatikan Arki yang tengah sibuk bermain PS.

Nevan lebih senang Arki memakinya, menghujatnya, dan mengolok-oloknya daripada Arki dengan versi yang berbeda itu. Tidak seru jika dirinya yang terus-terusan berkelakar saat menemani Arki di kamar itu. Sudah berhari-hari. Nevan nyaris kehilangan akal saking frustasinya menghadapi diamnya Arki.

Sampai hari-hari berikutnya pun begitu. Hingga sampai pada waktu untuk kembali bersekolah. Arki diantar oleh supir pribadi keluarga Batara, bersama Nevan yang setia menemaninya. Nevan ditugaskan untuk selalu mendampingi Arki di sekolah. Berjaga-jaga jika saja Arki tiba-tiba lupa dimana letak kelasnya.

Arki menghela napas berat melihat gedung bertingkat di depannya seraya mengusap rambut cepaknya. Satu bulan cukup untuk menumbuhkan rambut di kepala gundul Arki bekas operasi. Rambutnya tak sebadai dulu yang bisa ia sugar seenaknya.

EphemeralTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang