aku dilahirkan dari keluarga sederhana. Orang tuaku selalu mengajariku tentang mencintai seseorang tanpa menuntut apapun, apalagi uang. Maka aku yakinkan padamu bahwa orang sepertiku tidak akan tertarik pada pangkat dan hartamu. Aku lebih tertarik bagaimana caramu memperlakukanku.aku memperkecil lingkup pertemananku, agar kamu tidak khawatir. Sering aku menangis karna kesepian atau keadaan hubungan ini sedang tidak baik2 saja. Aku menangis bukan karna aku tidak bisa meluapkan seluruh emosiku, tp menangis karna betapa luar biasanya rasa yg aku dapatkan saat aku berusaha belajar sabar dan ikhlas saat amarah di atas puncak.
niatku untuk bersamamu tulus, apapun kekuranganmu akan kuterima. Aku tidak pernah mempelajari bagaimana menjadi wanita yg dikagumi banyak lelaki. Tetapi aku selalu sibuk belajar untuk menjadi perempuan yg kamu syukuri, yg bisa membuatmu bangga, dan bahagia setiap harinya. Apapun itu, aku akan memaafkanmu asalkan tidak mencintai yg lain. Jika kamu melakukannya, itu artinya kamu menyuruhku pergi.
aku tidak pernah berharap menjadi yg terpenting dalam hidupmu, walaupun itu permintaaan terbesar bagiku. Aku hanya berharap jika suatu saat nanti kamu melihatku, kamu akan tersenyum dan berkata "dia yg menyanyangiku dan selalu sabar sampai saat ini".

KAMU SEDANG MEMBACA
Teruntuk kamu, D
RomanceYang aku rasakan ketika bersamamu, baik itu saat bertemu langsung ataupun melalui percakapan telepon... Sederhana, namun terkadang rumit. Aku curahkan dalam sebuah tulisan, ini dariku, untukmu -🤍