Lanshouse’s Studio…
“Aku benci mendengar ini”keluh salah satu anak laki - laki yang berambut sedikit ikal, ia mengacak rambutnya dengan kesal. “Kau harus bersabar Mikha, tak ada yang instan di dunia ini”kekeh anak laki laki yang berusia setahun lebih tua dari anak tadi, Luigi. “Jika yang kau masuk itu segalanya, berarti kau salah”teriak anak laki laki lain seumuran mereka yang mengenakan topi “Mie, itu instan kan?”ia lalu tertawa keras keras “Kau membuatku kesal Jeremy!!”seru Mikha “Oops, aku tak pernah tau kau sedang badmood?”tawa Jeremy berubah menjadi kekehan kecil. “Sudahlah Jeremy, Mikha sedang tak ingin di ganggu”Mada melangkah mendekati Mikha, “Mungkin ia butuh waktu untuk belajar lagi dengan cord kali ini”Mada menepuk bahu Mikha, mengalirkan semua energy positif pada adiknya.
“Yah, mungkin kau benar”desah Mikha “Salahku yang tumbuh sebelum waktunya”lanjut Mikha, ia meletakkan gitarnya di lantai Studio. “Hei hei… ku kira kau sudah mengambil pilihan yang terbaik, jika yang kau maksud program akselerasi itu”ucap Luigi “Entahlah, aku hanya.. berfikir bahwa semuanya terlalu cepat”Mikha memandangi lantai studio “Tidak Mikha, kau cerdas. Kau pantas mendapatkannya”Luigi memandang Mikha lurus - lurus “Kau tak pernah tau rasanya menjadi aku Reu. Kau tak pernah tau”Mikha berdiri dan memandangi Luigi dengan tatapanyang tak bisa di artikan.
“Kau tumbuh pada tempatmu, pada lingkunganmu. Aku tau kau mendukungku mengikuti semua ini, hanya karna kau ingin mengambil semua kehidupanku. Iya kan?”bahu Mikha naik turun tak beraturan, nafasnya memburu. Mikha menumpahkan segala perasaan yang selama ini ia rasakan. “Tidak, bukan begitu. Aku hanya ingin kau lebih baik dariku, itu saja”Luigi ikut berdiri, tangannya mencoba meraih Mikha namun laki - laki itu mundur menjauh “Kau, selalu saja. Terlihat sempurna di mata semua orang, bisa mendapatkan segalanya”Mikha menggeram rendah dengan rahang yang terkatup rapat.
Tak lama, sebuah debuman keras pintu yang menutup terdengar di balik bahunya. Ia memang nampak bagai seorang pengecut sekarang. Lari dari apa yang baru saja akan dia hadapi. Namun ia tak perduli. Yang ia inginkan hanya ketenangan.
Ya.
Ketenangan.
“Aku tak bisa melihat di mana kesalahanku”lirih Luigi, ia kembali duduk di kursinya “Sudahlah, mungkin hormonnya sedang tidak stabil. Kau tau? Dia benar tentang dunianya”Jeremy menepuk bahu Luigi, lalu duduk di kursi yang tadi di duduki Mikha “Ia kehilangan dunianya”lanjut Jeremy, pandangannya menerawang membayangkan bagaimana bila ia yang ada di posisi Mikha.
“Tapi, akselerasi itu menyenangkan. Maksudku, menjadi lebih cerdas dari anak lain. Bukankah itu keren?”Luigi masih tidak mengerti jalan fikiran adiknya itu. Ia tau jika ia belum bisa melampiaskan rasa duka yang masih menyelimuti hatinya akibat kehilangan sahabat lamanya sehingga baginya, melihat Mikha bahagia adalah bagian terpenting. Multitalenta, akselerasi, itu impian semua anak bukan?
“Iya, aku tau. Tapi masalahnya, Mikha sama sekali beum siap. Ia masih ingin menikmati masa remajanya. Kau tau? Bekerja magang, pergi ke taman hiburan, dan menghabiskan waktu menikmati ice cream saat satnight”Jeremy mengangkat kedua bahunya “Mungkin ia hanya butuh ketenangan untuk saat ini”Mada menengahi. “Ya, mungkin kau benar”Luigi menghela nafas berat.
.........................................................................................................
Kak Reu maafkan aku T.T *nangis ngesot ngesot
Kakak nga bakal jadi peran antagonis kok. suer *angkat jempol kaki?
Hey hey hey readers
How?
Do you like it??
Atau ceritanya membosankan??
Maaf. Ini cuma penyaluran rasa iseng aja. Kalau ada yang bingung karna beda sama ceritaku yang lain, emang lagi "nyoba" bikin ala novel terjemahan. Settingnya di New Zealand, my home. Hhehehe
Meski semua nama tempatnya ngaco *ikan
Oke, vote, comment or fan me. Jadi Silent readers juga ngaboleh *eh
See you,
Annnnaa

KAMU SEDANG MEMBACA
Incredible of Music @TheOvertunes
FanfictionClaire berdehem keras “Aku tau tentang Clara dan semua yang kau tau tentangnya. Aku bahkan mengenalnya bersamamu dan kehilangannya lebih dalam darimu. Lalu? Siapa sebenarnya yang ‘lebih dulu’ mengenal arti kehilangan? Aku?atau kau??”Claire menatap k...