______
Jangan lupa bahagia!
Tetap jaga iman dan imun🤍Happy Reading!
***
Raga baru saja turun dari motornya. Sekarang, ia sudah berada di rumah sakit. Namun, baru saja berjalan beberapa langkah. Ia dihadapkan oleh sosok Amelia. Jika boleh jujur, Raga sangat muak sekali dengan kehadiran wanita itu di mana-mana."Aku udah tahu tentang kondisi Naya."
Raga tidak menanggapi. Ia hanya memandang Amelia dengan datar.
"Naya cacat, Ga. Kamu masih mau sama dia?" tanya Amelia dengan bibir tersenyum miring.
"Bukan urusan kamu!"
Amelia memegang lengan Raga dengan kuat membuat lelaki itu melayangkan tatapan tajam kepada Amelia.
"Jangan sama Naya, Ga. Dia nggak sempurna! Bahkan, aku lebih baik daripada dia."
Raga tersenyum miring seraya menghempaskan tangan Amelia yang mencengkram lengannya.
"Amelia, ucapan kamu barusan copy paste dari ucapan iblis, ya?"
Amelia menatap Raga dengan terkejut. "Maksud kamu apa?" tanyanya.
"Kalimat “aku lebih baik dari pada dia” pertama kalinya diucapkan oleh iblis untuk menunjukkan kesombongannya dihadapan Allah, Mel. Ketika itu iblis diminta oleh Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam, tetapi iblis menolak sembari berkata “aku lebih baik dari pada dia. Kau ciptakan aku dari api, sementara Adam kau ciptakan dari tanah”. Alhasil, dia dilempar dari surga."
Raga melipat kedua tangannya di depan dada lalu melayangkan tatapan intimidasi kepada Amelia yang masih bungkam.
"Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain, Amelia," tegas Raga memperingatkan.
Ketika kembali melangkah. Amelia mengikuti Raga sembari merangkul lelaki itu. Tentu saja, Raga langsung mendorong tubuh Amelia supaya tidak menempel kepadanya. Mendapatkan dorongan dari Raga membuat Amelia terjatuh.
"Bang, lo bisa nggak sih jangan kasar sama cewek!"
Teriakan tersebut membuat Raga mengurungkan niatnya untuk memberikan ultimatum kepada Amelia. Gadis itu dibantu oleh lelaki muda berkemeja dongker.
"Bela dia?" tanya Raga dengan alis terangkat satu.
"Gue bukan bela dia, cuma gue nggak mau lo kasar sama cewek," jawab Revan.
"Revan, abang nggak bakalan kasar kalau dia nggak terus-menerus menempel seperti benalu."
"Jika kamu ingin membela seseorang. Lebih baik, dilihat dulu mana yang pantas dibela," sambung Raga dengan nada datar.
Raga memasukkan tangannya ke dalam kantung celana lalu meneruskan langkahnya yang tertunda sedari tadi karena Amelia.
Melihat kepergian Raga. Amelia langsung mendorong tubuh Revan dengan kasar membuatnya menatap kesal Amelia.
"Lo nggak usah sok belain gue," kata Amelia ketus.
Revan menghela napas panjang ketika wanita berambut sebahu itu meninggalkan dirinya sendirian.
***
Naya menerima suapan dari Raga meskipun sedikit terpaksa karena ia sangat bosan memakan bubur setiap harinya. Raga paham sekali jika gadis itu tengah menatap kesal ke arahnya. Raga juga yakin, pasti Naya sudah memaki dirinya di dalam hati."Dasar pemaksa! Dikira dia, gue nggak bosen apa makan bubur mulu. Mending beliin gue nasdang! Atau minimal sate lah."
"Woi, blasteran beruang kutub yang bener lo nyuapin gue! Gue geprek dah lo lama-lama."

KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Hati Braga (END)
RomansaBraga Pratama Athaya tenggelam dalam jurang patah hati setelah hubungannya dengan Amelia Syakira kandas. Perasaan yang hancur membuatnya mengidap gangguan kecemasan. Di tengah kekelaman itu, hadir sosok Naya Ayura Ningtyas, seorang wanita yang memb...