4. forever and always (war)

22 5 0
                                    


***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Benci sama lo?" Karina menelan ludah setelah itu berkata. "Sama sifat 'males' lo aja, sih bencinya. Sumpah ngeselin banget."

Dalam pikiran gadis itu, ia takut kalau nanti dia benci pada manusia di depannya ini, rasa bencinya bisa-bisa berubah jadi sesuatu rasa lain, yang mengerikan.

Ga. Dia jelas ga benci sama Helma kan? Dia hanya ga suka si Helma yang super pemalas ini selalu jadi beban kelompoknya kan?

"Sorry, jadi beban kelompok mulu."

Karina membuka gawainya, mengecek aplikasi hijau yang menampilkan satu notifikasi tak biasanya.

Marko : karina, can you answer my chat? Please?

Bibir dalam milik gadis itu sudah ia gigit kuat-kuat. Hah, cowok itu kenapa lagi sih tiba-tiba menghubunginya begini? Dalam hitungan detik gadis itu kembali melihat ke Helma lalu menyahut cowok itu sarkas.

"Basi lo minta maaf, besok diulangin lagi. Lo berubah yang gue mau. Ga males-malesan dan rugiin orang disekitar lo."

"Iya."

Hal lain yang agak bikin gedek kalau ngomong sama Helma itu, respond cowok itu yang selalu ga normal. Minimalis banget, dia pikir omongan Karina itu apaan? Angin lalu? Responnya ga niat banget. Tuh, kan emosinya Karina naik lagi ngadepin cowok itu.

***

Sudah dua hari Helma tidak ikut perkuliahan dan dalam dua hari itu, Seno sama Karina gonta-ganti jaga anak beban kelompok itu. Aneh banget Karina jadi harus repot begini, apa si Helma ga punya temen lain? Seno juga, kenapa maksa maksa suruh jagain? Kan dia mau nolak agak ga enak.

Mata kuliah yang ga ada UTS sama UAS, tapi setiap 8 pertemuan akan dimintai satu proyek jadi yang dikerjakan per kelompok. Tak seperti biasanya, kali ini pembagian kelompok dilakukan secara acak. Pakai web spin di internet.

Tahu dengan siapa Karina sekelompok? Hah. Bisa-bisanya dia sama si Helma lagi!

Mana Seno dan Wina ga sekelompok dengan Karina. Satu kelompok 4-5 orang, selain dengan Helma, dia sama dua perempuan di kelasnya. Ga terlalu dekat, sih, tapi Karina ga masalah.

Di lihat-lihat seperti mereka ga terlalu merugikan  buat bikin project-project semacam ini. Aman kan berarti? Meskipun si Helma. . . ya, ga usah di harepin lagi lah.

"Yahh. Gue kira lo sekelompok sama kita lagi!"

Karina menoleh ke Wina.

"Namanya juga diacak. Ga mungkin lah kita berempat jadi satu."

Seno yang sibuk main gawai hanya diam. Kemudian menepuk bahu Karina tiba-tiba.

"Lahh, lo sama si Helma bisa jadi satu. Ah, harusnya gue yang sama lo, kan gue bisa numpang nama!"

Before WE Graduated || College seriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang