Saat ini Zhang Hao dan Hanbin sedang berbincang dengan Ibu di hari minggu yang cerah ini sementara Zhang Hao masih terus bergelut dengan pikirannya sendiri. Sejak kemarin dia masih kepikiran tentang ciumannya dengan Hanbin. Itu ciuman pertamanya jadi tidak mungkin Zhang Hao bisa melupakannya semudah itu apalagi yang mengambil ciuman pertamanya adalah orang yang baru menjadi adik tirinya.
Berbeda dengan Zhang Hao yang galau terus memikirkan tentang ciuman itu Hanbin malah nampak tenang, datar, dan sama sekali seperti tidak peduli tentang ciuman mereka malam itu. Padahal setelah itu Zhang Hao sama sekali tidak bisa tidur semalaman tapi Hanbin malah dengan enaknya tidur dengan pulas.
"Sebenarnya apa yang dia pikirkan sih?"
"Oh-Zhang Hao awas!!"
"Eh? A-Aaahhh!!"
"Apa-"
BYURRR!!
***
"Kamu ini Zhang Hao. Niatnya Ibu kan mau mengajak kalian jalan-jalan eh malah kecebur air mancur, makanya kalau jalan lihat depan" omel Ibunya setelah mereka sampai ke rumah.
Niat untuk pergi seharian menghabiskan waktu sebagai keluarga malah tidak jadi karena Zhang Hao malah tercebur ke air mancur. Hanbin bahkan ikut tercebur mencoba menolong Zhang Hao tapi Hanbin ikut tertarik ke dalam air membuat mereka berdua basah kuyup.
"Cepatlah mandi! Nanti masuk angin" suruh Ibunya.
"Baik, Bu" jawab Zhang Hao.
Zhang Hao segera menyeburkan tubuhnya ke dalam bathup berisi air hangat itu. Zhang Hao suka berendam. Selain membuat rileks Zhang Hao bisa melupakan masalah yang ada sebelumnya.
"Hanbin juga cepatlah mandi, nanti masuk angin" seruan Ibunya itu terdengar dari kamar mandi.
"Eh?"
Tak lama Hanbin sudah ikut masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyurkan tubuhnya di bawah air shower. Hanbin sama sekali tak merasa terganggu dengan kehadiran Zhang Hao di dalam kamar mandi itu dan bisa mandi dengan tenang.
"Wajar sih ya. Kita sama laki-laki..."
Zhang Hao juga bingung dengan dirinya sendiri padahal sebelum ini dia sering mandi bersama temannya yang lain tapi rasanya sangat berbeda saat dengan Hanbin. Zhang Hao tanpa sadar mencuri pandang pada tubuh mulus Hanbin yang diguyur oleh air hangat itu. Berpikir sepertinya tubuhnya akan sangat lembut jika disentuh oleh tangannya.
"EH? Apa yang barusan aku pikirkan? Apa aku jadi gila karena ciuman malam itu?"
Melihat Hanbin yang juga nampaknya akan ikut masuk ke dalam bathup Zhang Hao segera bangun untuk menyudahi acara mandinya. Zhang Hao bisa gila jika satu bathup bersama Hanbin.
"A-aku duluan" ucapnya namun belum sempat melangkahkan kakinya keluar bathup kedua tangannya sudah Hanbin tahan dan tubuhnya ia pojokkan ke tembok.
"A-apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Zhang Hao gugup.
Tanpa menjawab Hanbin mendekatkan wajahnya dan mulai menjilat leher Zhang Hao dan meremas pantat sintal Zhang Hao.
"H-hentikan! Ahngg!"
Hanbin terus mencumbu leher putih Zhang Hao tanpa menghiarukan seruan dari Zhang Hao yang menyuruhnya berhenti.
"H-hentikan! Aku tidak mau!!" setelah sadar dengan dirinya sendiri akhirnya Zhang Hao bisa melepaskan tubuhnya dari cengkraman Hanbin dan mendorongnya menjauh darinya.
"A-apa yang sudah kamu pikirkan? Kenapa kamu melakukan ini padaku?!" bentak Zhang Hao.
Hanbin tersenyum kecil lalu menjawab, "Karena wajahmu menyiratkan ingin disentuh olehku" jawabnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] ATTENTION | BINHAO FT. HARIBOZ ♡
Hayran Kurgu[18+] Zhang Hao harus pindah ke sekolah khusus laki-laki dengan peraturan yang amat ketat karena Ibunya menikah lagi dan harus pindah ke Kota baru untuk melanjutkan hidupnya. Sebagai orang yang cukup mudah bergaul dan bebas di sekolah sebelumnya Zha...