"Zhang Hao!" panggil Keita saat mereka sudah memasuki area sekolah.
"Oh. Keita!"
"Kamu baik-baik saja kan kemarin? Kamu tidak terluka?" khawatir Keita.
"Aku baik-baik saja. Memangnya ada apa?"
"Soalnya, si Ricky itu. Dia tidak melakukan hal aneh kepadamu kan?"
"Aneh? Oh tapi dia kemarin menciumku" ucapnya dengan polosnya.
"Apa?! Z-Zhang Hao...kamu sudah tidak suci lagi..."
"Ricky sejak dulu memang selalu menempel padaku. Diperlakukan seperti itu oleh adikku sendiri bukan masalah, kok"
"Jadi kamu tidak masalah kalau Hanbin menciummu setiap hari?"
Wajah Zhang Hao seketika memerah malu mendengar ucapan Keita barusan.
"Ma-mana mungkin dia melakukan itu. Bodoh sekali"
"Padahal tadi malam dia baru mencimku lagi"
***
"Dari mana?"
Zhang Hao sedikit terkejut karena Hanbin sudah berdiri di balik pintu sambil menyilangkan kedua tangannya dan menatap Zhang Hao tajam.
"Yah...Kamu tahu. Melepaskan penat setelah ujian, hehe"
"Dengan siapa?"
"Siapa? Tentu saja Keita. Hanya dia satu-satunya temanku di sekolah"
"Pembohong"
"Apa? EHH?!"
Hanbin mendorong tubuh Zhang Hao ke pojok tembok dan menahan kedua tangan Zhang Hao kuat-kuat. Pandangan mereka kembali bertemu dengan jarak yang sangat tipis. Zhang Hao bisa lihat ada kemarahan di balik manik sipit Hanbin saat itu.
"Hanbin. K-Kamu ngapain?" tanyanya gugup sambil menelan ludahnya sendiri.
Tidak menjawab Hanbin malah mencium Zhang Hao. Hanbin dengan kasar menyesap bibir manis Zhang Hao. Zhang Hao yang terkejut berusaha meronta. Bisa Zhang Hao rasakan kalau Hanbin sedang dipenuhi oleh amarah. Entah apa yang membuatny begitu. Apa karena Zhang Hao melewatkan giliran belanjanya?
"Hemphh! H-Hanbin-ahhh!" Zhang Hao berhasil melepaskan diri dari cengkraman Hanbin dan mendorongnya.
"Kenapa kamu melakukan itu? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak melakukan hal seperti tadi?"
"Kita saudara kan?"
"Saudara tidak melakukan hal seperti itu Hanbin!"
***
"Lagipula kenapa kamu seperti sangat mewaspadai Ricky?" heran Zhang Hao.
"Dia itu-"
"Hao-hyung!"
Zhang Hao seketika berbalik ke arah suara yang memanggilnya. Itu Ricky.
"Ricky? Bagaimana kamu bisa kemari? Kamu tidak sekolah?"
"Aku ingin bertemu denganmu lagi jadi aku langsung saja datang kemari. Ayo kita main sepulang sekolah. Hanya kita berdua saja"
Mereka berdua lantas menjadi pusat perhatian dan membuat keributan kecil disana. Tak lama sang Ketua OSIS datang untuk menertibkan kedua orang itu.
"Siapa yang memberimu izin masuk kesini?"
"Hanbin...D-dia..."
Ricky tersenyum lalu berjalan mendekati Hanbin.
"Jadi kamu adik barunya Hao-hyung ya? Salam kenal, Hanbin. Aku Ricky"
"Ma-maaf, Hanbin. Biar aku ajak dia pergi dari sini. Ayo!" ucapnya lalu mengajak Ricky keluar.

KAMU SEDANG MEMBACA
[✓] ATTENTION | BINHAO FT. HARIBOZ ♡
Fanfic[18+] Zhang Hao harus pindah ke sekolah khusus laki-laki dengan peraturan yang amat ketat karena Ibunya menikah lagi dan harus pindah ke Kota baru untuk melanjutkan hidupnya. Sebagai orang yang cukup mudah bergaul dan bebas di sekolah sebelumnya Zha...