"Apa kau sedang bersandiwara? Ada apa denganmu? Apa kau sudah kehilangan kekuatanmu?" Jaden melangkah perlahan mendekati petiduran. Tatapannya nyalang melihat mata terbelalak di sana tak gentar.
"Ke–kekuatan? Ke–kekuatan apa? A–apa yang kau katakan? A–aku tidak mengerti." Nyx Ivona melihat ngeri wajah seram di hadapannya. Wajah Jaden berkali lipat lebih menakutkan di temaram seperti ini. Dia tampak seperti iblis yang akan menyakiti manusia, yang membawa penderitaan dan celaka. Nyx Ivona merinding. "Apa dia benar-benar manusia atau makhluk jadi-jadian?" batinnya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau tertarik padaku?" Jaden menatap intens Nyx Ivona yang terpaku padanya. Dia melihat wanita di hadapannya itu kecil, merendahkan.
"Ke–kenapa dengan wajahmu? Ke–kenapa bisa seperti itu?" Nyx Ivona gemetaran dengan bulu halus meremang. Dia sungguh penasaran dengan penyebab luka di wajah Jaden. Penampakan yang membuat Jaden terlihat horor. Pria itu tinggal menambahkan lelehan darah di wajah dan sempurna. Jaden akan terlihat layaknya iblis yang mengerikan.
Rahang Jaden langsung mengeras pun dengan kepalan tangannya. Dia tidak suka kalau sudah ada orang yang mengomentari wajahnya. Apalagi melihat jijik seperti yang Nyx Ivona lakukan. Hal tersebut selalu membuat Jaden merasa dipandang sebelah mata dan itu membuatnya kesal. "Kenapa? Apa kau menyukaiku?"
Nyx Ivona segera menggelengkan kepalanya cepat. Siapa yang akan menyukai pria buruk rupa dan bengis sepertinya? Tentu hanya wanita gila yang mau menjadi pendampingnya. "Ja–jangan mendekatiku. A–aku mohon. Pe–pergilah," ucap Nyx Ivona dengan suara bergetar saat melihat Jaden kian memangkas jarak di antara mereka.
"Kenapa? Apa kau jijik padaku?" Jaden berdiri di dekat peraduan Nyx Ivona, bahkan tulang keringnya sudah menyentuh bibir ranjang. Dia yang tinggi menjulang menatap rendahan Nyx Ivona yang terbaring di petiduran.
Nyx Ivona menengadah menatap wajah menyeramkan Jadem waspada. "Te–tentu saja! Si–siapa yang akan suka dengan wajah seperti itu?" batin Nyx Ivona. Wajah Jaden benar-benar rusak dan itu membuatnya ngeri. Namun, Nyx Ivona tak berani mengatakan isi hatinya mengingat kekejaman pria itu padanya. "To–tolong jangan mendekat. Ka–kau menakutiku."
"Takut?" Jaden menyeringai dingin lalu menyergap tubuh Nyx Ivona yang masih terbaring sakit di atas ranjang. "Apa sekarang kau masih merasa takut?"
"A–apa yang kau lakukan? Ja–jangan seperti ini?" Bau obat yang tajam pun segera menusuk indra penciuman Nyx Ivona. Dia pula langsung merasa mual kala melihat lelehan putih di wajah rusak pria di atas tubuhnya. "Ja–jauhkah wajahmu!" Dia benar-benar ingin muntah.
Setiap malam Jaden selalu menggunakan salep khusus dari Rafael untuk menjaga elastisitas kulit rusaknya. Sebenarnya bisa saja dioperasi plastik atau dilaser untuk memperhalus, tetapi Jaden tidak mau karena dia berpikir semua itu percuma, sebab tidak akan mengembalikan wajahnya seperti semula. Wajahnya sudah dinyatakan akan cacat permanen. "Aku sudah muak dengan tatapan seperti itu," desis Jaden.
Karena wajah buruknya ini banyak wanita yang tidak mau dekat dengannya, menolak bila dia hampiri dan itu pula berlaku pada wanita dari kalangan atas hingga para pe la cur. Jaden sangat mudah sekali tersinggung bila menyangkut wajahnya. Dia tak segan menyiksa wanita-wanita itu sampai mati atau memasukkannya hidup-hidup ke kandang serigala-serigala peliharaannya, menjadikan mereka santapan hewan buas kesayangannya tersebut.
"Ka-kau mau apa?" Nyx Ivona memelotot tegang saat melihat wajah Jaden mendekat.
Jaden menempelkan wajahnya yang dibasahi obat itu ke sisi muka Nyx Ivona. "Pelayanku baru saja membantuku mengeluarkan nanah-nanah di wajahku lalu mengolesinya dengan obat," bisiknya yang membuat perut Nyx Ivona menjadi tak keruan. Dia meringis jijik mendapati cairan putih lengket itu menempel di pipinya yang bersih. Seketika isi perut Nyx Ivona mendesak keluar. Nanah-nanah tersebut membuatnya ingin muntah. Nyx Ivona hanya bisa berdoa semoga saja itu tidak menularkan penyakit.
"Please, hen-hentikan." Nyx Ivona menekan perutnya yang kini sangat mual.

KAMU SEDANG MEMBACA
Iblis Di Sampingku (Tamat)
Romanzi rosa / ChickLit(Sebagian bab telah dihapus untuk kepentingan penerbitan) Nyx Ivona-berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak serta freelance voice over artist-harus berhadapan dengan Jaden Benvalio-mafia kejam asal Italia-yang menuduhnya sebagai pembunuh. Namun, u...