Nara menghela nafas pelan dan mengikuti arahan satpam.untuk masuk ke dalam rumah tersebut.
"Astaga, Nara. sudah sampai, Nak?! Tanya Navella terdengar sangatlah antusiasi.
Tidak sendirian! cowok yang paling Nara hindari benar-benar ada ada di sana sekarang, tengah menetap seakan ingin mengusirnya kembali ke gubuk kumuhnya
Navella menatap mereka berdua bergantian Dan tersenyum.
" Raja, kamu ini senyum dong! Biar Nara betah di rumah"
Jangankan betah. Nara menginjakan kakinya belum masuk ke dalam rumah. La sudah ingin pulang.
Raja tidak bergeming. cowo itu menyilang tangannya di dadanya. Dan masuk kembali'ke dalam rumahnya
"Maafkan, Raja ya Nara. Memang sifatnya seperti itu. Sebenarnya, Raja baik kok."
Nara mengganggu kaku.. "iyaTante. Ngak apa-apa kok."
Mereka pun masuk ke dalam rumah tersebut. Namun ketika berada di ujung pintu. Sepertinya Nara lagu untuk memakai sandal jepitnya sehingga ia reflek melepasnya
"jangan dilepas, Nara pakai lagi. sayang!"ujar Navella cengo melihat Nara yang seperti itu.
"ah? tapi nanti takut kotor, Tante ngak enak."
"pakai, Sayang" bahkan Navella mengambil sandal jepit Nara dan menyuruhnya memasangnya kembali.
Nara terpaku melihatnya. Sahabat kedua orang tuanya ini, sangatlah baik padanya.
"Ayok kita masuk.."
Mereka akhirnya masuk ke dalam. meja makan, sudah tersedia hingga makanan yang banyak.
"Tante, sengaja masuk banyak untuk menyambut kedatangan kamu, sayang."
"Maaf,kalau merepotkan."
"ngak apa-apa. Makan ini semua untuk kamu, sayang. Jangan membahas Raja dia tidak doyan makan. Percayalah! Dia duduk di sana sekarang, hanya sebagai formalitas.."
Udh iya segituh dulu jangan lupa vote/komen beyyyy beyyy

KAMU SEDANG MEMBACA
pernikahan rahasia saat Masi sma
Teen Fiction"Gua nggak mau semua orang tau kalo kita sudah menikah " "iya nanti kalau di sekolah gua buka loh jangan kawatir" ini hanya hiburan sajah