“Padahal dia janjinya sama gue dulu.”
“Apa sih Kakak, ngomel mulu?”
“Temen Kakak,” jawab Hyewon sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran bangku yang terletak di teras rumahnya. “Dengan seenaknya dia batalin janji sama kakak dan lebih milih ‘rekan kerja’nya.”
Taehyun terdiam beberapa saat, “Rekan kerja emang lebih penting gak sih, Kak? Wajar kalau diduluin.”
“Tapi ‘rekan kerja’nya Yena bukan rekan kerja yang kayak gitu,” sanggah Hyewon.
“Terus kaya gimana? Kaya kakak sama kak Yohan?”
“Iya ya? Kita juga rekan kerja,” gumam Hyewon. “Tapi gatau juga sih bentukan ‘rekan kerja’ si Yena ini gimana. Dia bahkan gak cerita bisnis apa yang lagi dijalanin sama si rekan kerja ini.”
“Nanti kalau udah mau pasti Kak Yena bakal cerita sendiri, kan?” ujar Taehyun sambil memakai sepatu di depan pintu.
Hyewon hanya mengangguk menyetujui ucapan adiknya. “Kamu mau kemana hari libur udah siap pagi-pagi?”
“Wacananya sih kerja kelompok, tapi jadinya main kayanya,” jelas Taehyun. “Mau ikut?”
“Boleh? Ayo!” ujar Hyewon yang juga memang sudah rapi dengan semangat menarik adiknya untuk mencari kendaraan umum. Sepasang adik kakak ini memang lebih menyukai menggunakan kendaraan umum dari pada milik pribadi.
Setibanya di tempat tujuan yang dijanjikan teman-teman Taehyun yang ternyata sebuah angkringan, Hyewon yang bingung bagaimana harus berinteraksi dengan teman-teman dari adiknya itu akhirnya memilih memisahkan diri. Tak jarang Taehyun menghampirinya ketika banyak lelaki yang mencoba mendekati dirinya yang duduk sendirian. Anak itu memang sangat protektif terhadap kakaknya.
“Kakak join sama kita aja!” pinta Taehyun.
“Kamu kerja kelompok yang bener sana! Kakak bisa nolak cowok-cowok yang dateng itu sendiri.”
“Gimana coba nolaknya? Mau bilang apa?”
“Bilang aja kakak udah punya cowok. Kan bisa?”
“Kalau mereka gak percaya? Siapa tumbalnya?” tanya Taehyun. “Kak Hangyul?”
“Ya...” balas Hyewon pelan “...siapa lagi? Toh dia gak keberatan.”
“Pasti keberatan sih. Karena kesannya kayak Kakak cuman manfaatin dia,” ujar Taehyun. “Sedikitnya Kak Hangyul pasti ada rasa kecewa karena Kakak lari ke dia karena ada butuhnya aja. Apalagi Kakak tau dia punya perasaan buat Kakak, pasti terluka.”
“Ini di antara kita yang kakaknya tuh kamu atau aku sih?” ledek Hyewon setelah mendengarkan uraian dari sang adik.
Taehyun mendecih, “Makanya cari pacar beneran!”
“Dih! Kamu sendiri kenapa gak cari pacar?”
“Kalau aku punya pacar sebelum Kakak, nanti yang harus pura-pura jadi pacarnya Kakak ketika gak ada temen siapa?”
“Permisi, saya boleh gak?”
Sepasang kakak-adik itu menoleh ke arah sumber suara yang memotong percakapan mereka. “Boleh apa?” tanya Taehyun ketus menyadari sosok itu adalah seorang lelaki.
“Saya boleh ikut duduk di sini gak? Tempat lain udah penuh soalnya.”
Taehyun lalu menatap sekeliling dan mendapati jika angkringan tersebut memang sangat ramai hari ini. Jadi mau tidak mau dia mengizinkannya karena tempat ini bukan miliknya.
“Lo ke sini sendiri?” tanya Hyewon. Taehyun menatap kakaknya was-was karena menyapa lelaki itu lebih dulu.
“Iya, makanya gue dengan pedenya minta izin duduk di sini. Gapapa kan?”

KAMU SEDANG MEMBACA
Nefarious - Choi Yena
FanficSemua orang itu jahat, yang bikin beda adalah bagaimana caranya setiap orang menunjukkan kejahatan mereka. "Menurut gue, lo jahat. Jadi kalau suatu saat gue balik jahatin lo, jangan kaget. Gue juga bisa sama jahatnya kaya lo!"