Emma
Aku sering mengatakan pada Luke bahwa mereka tidak perlu menempatkan ku di kamar penthouse super mewah, untuk apa? Toh aku menginap sendirian. Sebuah pemborosan. Namun Luke, manajerku, berpendapat bahwa semakin baik orang lain memperlakukanmu maka itu artinya semakin bagus. "berarti mereka masih mengganggapmu aktris papan atas" begitu katanya, aku hanya membalas nya dengan senyum karena aku sudah terlalu Lelah untuk mendebat. Luke mengantarku sampai ke depan pintu kamar, memastikan ku masuk dengan aman setelah itu dia Kembali ke kamarnya sendiri. Well, ruangan nya sangat spektakuler, begitu berjalan menuju jendela kaca setinggi atap di sebrang ruangan, mataku langsung dimanjakan oleh pesona kota New York yang katanya tidak pernah tidur itu. Sudah tak terhitung sering nya aku mengunjungi kota ini, dimulai sejak tahun 2009 saat aku pertama kali mencoba peruntungan berkarier di Amerika, New York adalah kota pertama yang ku datangi. Ada banyak kenangan di kota ini, pahit dan manis, semua nya ada. Mulai dari ditolak ikut casting film sampai mendapat penghargaan bergengsi, semua nya disini. Ternyata pemandangan kota yang menyihir tidak sanggup mengalahkan rasa kantuk ku, sebelum ke tempat tidur, aku menuju ke kamar mandi dan membersihkan diriku. Setelah selesai dengan urusan bersih2, akhirnya aku merebahkan diri diatas kasus super empuk ditemani dengan bantal guling dan selimut yang sangat nyaman. Sembari menunggu tidur datang, ku ambil remot TV disamping tempat tidurku, kuhidupkan Tv dan ku pilih - pilih channel yang ada disana secara sembarangan, karena memang aku tidak berniat menonton TV, aku hanya ingin mengisi waktu sebelum terlelap. Saat itu aku mendengar bunyi beep dari Iphone ku di dalam tas, dengan malas aku bediri dan mengambil nya dari sofa di samping tempat tidurku, membuka pesan masuk dan melihat pesan dari Ibuku, menanyakan kabarku. Aku sudah 30 tahun tapi akan selalu menjadi gadis kecilnya yang perlu dijaga. Saat hendak membalas pesan nya, disitulah aku mendengar namanya disebut, pembawa berita di TV mengalihkan perhatianku dari Iphone ku. "Premiere film Chris Evans di New York hari ini sungguh fantastis! Pemutaran perdana yang dihadiri sendiri oleh sang actor itu sukses besar! Kita yakin film ini akan sukses, dan mungkin saja akan mendapat beberapa nominasi bergengsi dari berbagai penghargaan film tahun ini. Sekali lagi selamat untuk Chris Evans dan seluruh pemain dan crew film, selamat menikmati weekend di New York!" lalu layer Tv menampilkan wajah nya, wajah yang sangat kukenal, wajah yang sering muncul dalam ingatan, wajah yang sangat ingin kulupakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
One Night In New York
RomanceBenarkah hanya dalam waktu satu malam kita bisa mengenal seseorang seperti sudah seumur hidup? Emma Watson dan Chris Evans akan membuktikannya