Persetujuan (36)

256 33 15
                                    

____

Jangan lupa bahagia!
Tetap jaga iman dan imun🤍

Happy Reading!

***
Amelia berdecak kesal ketika kalimat tersebut terlontar dari bibir Raga. Apalagi, ia sempat melihat ke arah Naya dengan ekspresi mengejek membuat kadar kekesalan Amelia bertambah.

"Ngaco banget sih omonganmu, Ga."

"Sana pergi," usir Raga.

"Nggak!"

"Pergi, Amelia!" tekan Raga mengucapkannya.

"Aku nggak mau pergi, Ga. Ngerti nggak sih?" Amelia menatap kesal Raga membuat lelaki itu berdecak sebal.

"Kamu harusnya yang ngerti kalau saya nggak mau lihat kamu lagi."

Amelia terdiam ketika mendengar ucapan Raga. Namun, di dalam hatinya ia masih bertekad untuk memiliki Raga bagaimana pun caranya.

"Ternyata di sini."

Mereka langsung menoleh ke sumber suara barusan. Terlihat, Ardan dengan napas tersengal-sengal datang menghampiri.

"Ardan nyari Kak Naya sama Bang Raga ke mana-mana. Ternyata, di sini. Yuk, masuk soalnya orang rumah pada nanyain."

"Oke, Dan," ujar Raga yang mulai mendorong kursi roda Naya.

Melihat kepergian Raga dan Naya. Ardan menoleh ke arah Amelia yang masih bergeming menatap kesal ke arah Raga maupun Naya.

"Bu Amel juga dicariin sama Bu Anita."

"Bilang aja saya udah pulang duluan!"

Amelia berujar ketus lalu berjalan cepat di mana mobilnya diparkirkan. Ia memutuskan pergi daripada semakin kesal melihat kebersamaan Raga maupun Naya. Ardan yang melihat itu hanya terkekeh kecil lalu melenggang pergi menyusul Raga dan Naya.

***
Amelia membuka pintu apartemen dengan malas. Ketika pintu itu sudah terbuka menampilkan dua lelaki tengah tersenyum ke arahnya. Tentu saja, wanita 28 tahun itu terkejut dengan kehadiran Farhan juga Revan.

"Ngapain kalian ke sini?"

"Kak Mel-mel kedatangan kami ke sini ingin sekali dibuatin spaghetti," jawab Farhan tersenyum manis.

"Dibuatin spaghetti? Bahkan kita tidak sedekat itu ya wahai anak kecil. Enak banget kalian datang-datang ke sini minta dibuatin spaghetti," kata Amelia datar.

"Kak Komel-Komel ayo dong buatin. Revan sama Farhan sering lihat insta story Kakak yang selalu buat makanan dan kami ngiler sama spaghetti buatan Kak Komel." Revan ikut berbicara.

Amelia bersedekap dada lalu memandang kedua lelaki muda itu dengan putaran bola mata malas. Farhan dan Revan tentu saja sudah memasang wajah semelas mungkin.

"Nama gue Amelia bukan Mel-mel apalagi Komel-Komel. Seenak biji jakun kalian aja ganti nama gue."

Farhan dan Revan menyengir sembari menggaruk lehernya yang tidak gatal.

"Kak, mau, ya."

"Kalau bukan dari mereka salah satu adiknya Raga gue bakalan langsung usir inimah," gumam Amelia.

"Hah, Kak Amel ngomong apa?" tanya Revan yang tidak mendengar gumaman Amelia.

"Yaudah, kalian masuk ke dalam biar gue buatin spaghetti."

"Asik!" Farhan dan Revan berteriak kegirangan lalu masuk ke dalam apartemen milik Amelia.

Amelia hanya menggeleng heran ketika keduanya sudah duduk anteng di depan televisi. Ia pun langsung masuk ke dalam dapur untuk memasakkan spaghetti.

Rahasia Hati Braga (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang