Entah apa yang ada di pikiranku sampai sampai menjadikanmu peran utama dalam buku diary ku.
Mengetahuimu adalah ketidak sengajaan sedangkan memilikimu adalah keharusan.
Senang mengenalmu.
Publikasi : 03-04-2023
End :__
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo ceroboh banget Delia, beginikan nambah beban hidup lo," Delia sejak tadi menggerutu pada dirinya sendiri yang telah ceroboh menumpahkan ice cream ke jaket seorang laki laki di taman.
" udah sih ngomel mulu, tinggal di cuci doang del," ucap Lauren yang dari tadi mendengar gerutuan Delia.
"Tau tuh, siapa suruh lari lari nggak jelas mana bawa ice cream lagi," kini giliran Eenza yang berucap sembari memukul pundak Delia lumayan kencang.
Delia yang mendapat ceramah dari dua sahabat sok ustadzah nya itu hanya memutar bola matanya malas kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Lauren dan Eenza.
"Lah ngambek," ucap Lauren yang hanya di dapat gelengan kepala dan angkatan bahu oleh Eenza.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cklekk
Delia memutar knop pintu kemudian menutup pintu dengan lumayan keras. Namun, tindakannya itu membuat ibunya terkejut.
"DELIA NGAPAIN SIH BANTING BANTING PINTU?! KALAU PINTUNYA RUSAK KAMU YANG IBUN JADIIN PINTU!, " ibu Delia berteriak dari arah dapur, karena Delia yang membanting pintu tanpa alasan yang jelas.
"Kena angin bun, ngak sengaja," Delia terkejut dan refleks memukul tangannya sendiri.
Setelah melakukan dua kecerobohan dalam satu hari, delia langsung mandi dan mencuci jaket pria yang dia tabrak tadi, namun ketika ia ingin menjemurnya hujan turun dengan derasnya.
"Si anjir, bau nih jaketnya kalau ngak di jemur sekarang, aelah cuy, " Delia terlanjur kesal karena hari ini penuh dengan kesialan yang ber urutan.
"Kamu ini kenapa Delia perasaan ngedumel terus," ibu Delia tiba tiba datang dan menepuk pundak Delia. Delia terkejut dengan kedatangan ibunya yang tiba tiba. Delia mulai berceloteh untuk menceritakan kesialannya hari ini.
"HEH! Ibun kalau jadi laki laki itu udah ibun jungkelin kamu jaket mahal ber-merk malah kena ice cream murah kamu,"
"Ibun ini udah kayak Lauren sama Eenza ya, males banget," setelah mengatakan hal itu, Delia memilih pergi meninggalkan ibu dan jaket basah yang masih di bak karena malas mendengar ceramahan ibunya. Ia memilih pergi ke kamar untuk tidur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Del, bangun di cariin Lauren sama Eenza, "
"Pagi pagi buta begini? ngapain sih?, ck," delia yang masih mengantuk membuka matanya dan bangun.
"Pagi pagi buta gimana? ini udah jam 9 pagi, mangkanya jangan bergadang mulu," setelah mengucapkan kalimatnya ibu delia menyentil sedikit kening anaknya lalu pergi meninggalkan kamar delia.
Jadi kemarin setelah Delia memutuskan untuk pergi ke kamar dia malah mengambil handphone nya dan memainkan game sampai hampir tengah malam.
"Sentilan ibun langsung membuat mata jrengg!, "
Cklekk
Delia keluar dari kamarnya kakinya melangkah menuju ruang tamu untuk menemui dua sahabatnya.
"Ngapain sih? Biasanya langsung ke kamar, kenapa?," setelah menanyakan itu, Delia menyandarkan punggungnya ke sofa panjang lalu memejamkan matanya.
"Kita kira lo masih ngambek, jadi ya ngak berani masuk kamar lo, oh ya kemarin lo udah janji buat balikin jaket tu orang udah lo cuci kan? Kalau udah sekalian kita ikut, " Lauren hanya mengatakan beberapa kalimat saja namun sukses membuat mata Delia yang awalnya terpejam langsung membelalak.
Kaki Delia berlari ke arah ruang cuci rumahnya.
"IBUN!! JAKET YANG KEMARIN GIMANA? ADUH AAA, " Delia berteriak. Di tengah perjalanannya menuju ruang cuci kakinya malah tersandung kaki meja.
Ia sedikit merasa sakit namun tidak menghiraukan nya. "Nih kalau belum di jemur janji gue di tagih sama malaikat di surga nih mana kaki kepentok, keseringan nonton pagi pagi ambyar jadi beneran ambyar kan, " Delia berucap dengan tangan yang mengubek ubek setiap bak cucian yang berada di tempat cuci tersebut.
"Nih! Udah sana mandi, ibun lipatin bajunya, " Delia di kejutkan dengan jaket berwarna hitam yang tiba tiba muncul di depan matanya, namun setelahnya ia tersenyum lega.
"Hehe lopyu ibun, " ucap Delia lalu memeluk ibunya dan lari ke kamar mandi untuk mandi dan segera mengantarkan jaket kepada pemiliknya.
"Lopyu nya kalau begini doang, " ucap Ibu Delia yang hanya dapat di dengar oleh dirinya sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.