Seni berbohong

10 1 0
                                    

Sherlly masuk ke dalam kelas dengan membawa tas laptop di tangan kanan dan map dokumen di tangan kiri. Senyumnya mengembang ketika melihat Azzura dan Bella yang sedang duduk di pojok ruangan.

"Hellooo! Oh my gosh, I miss you guys so much." Sherlly berseru di depan kelas mengundang perhatian banyak orang.

"Sherlly!!" Azzura dan Bella balas berteriak tidak kalah kuat.

Sherlly, Azzura, dan Bella dikenal sebagai most wanted girls Halbert Independent School. Mereka tidak hanya memiliki paras cantik nan rupawan, tetapi juga dikenal menempati posisi sepuluh besar murid terkaya di sekolah. Ketiga gadis itu juga sangat memesona dengan keunikan dan daya tariknya masing-masing. Sherlly yang elegan dan berkelas seperti putri bangsawan, Azzura yang selalu memancarkan cahaya dan kehangatan, Bella yang sangat rendah hati kepada semua orang.

Sherlly duduk di depan Azzura dan Bella. Tangannya dilipat di atas meja dan pandangannya lurus menatap dua perempuan di depannya.

"Lyly, are you okay?" Azzura membuka obrolan dengan tatapan keingintahuannya yang besar.

Sherlly tersenyum. Tipis. Bahkan lebih mirip sebuah seringaian yang dipaksakan.

"Gimana persiapan acaranya? Eum ... lancar?" Bella pun turut bertanya dengan sedikit keraguan.

Sherlly menghela napas. "Gue kayaknya butuh healing. Sumpah ya, gue nggak expect jadi panitia acara itu secapek dan seribet ini..."

"Tapi, hari ini lo enak, Ly. Nggak ikut math class. Lo tau nggak sih, pokoknya parah banget deh Mr Benny. Ya kalik kita di kasih tugas ngerjain lima puluh soal MTK. Sepuluh soal aja belum tentu gue bisa kerjain, lah ini, lima puluh soal. Otak gue rasanya mau pecah." cerocos Azzura sengit.

Melihat itu, Bella pun tidak mau kalah. "Mending lo, Ra. Sepuluh soal masih bisa ngerjain. Gue! Tiga soal aja otak gue bukan lagi mau pecah, tapi emang udah pecah."

"Wait, wait. Kok jadi pada adu nasib gini, sih."

"Sorry, Ly. Nih, Rara yang mulai duluan." Bella menunjuk Azzura.

"Tapi kan lo juga ikut-ikutan." semprot Azzura.

Bella nyengir masam. "He-he, ya ... kan lo tau, gue orangnya gampang kepancing. Sedikit."

Sherlly melengos melihat keduanya, malas mempermasalahkan apakah dua orang itu beneran bertengkar atau tidak.

"Guys. Besok pulang sekolah gue ada rapat. Jadi, planning shopping kita di ganti hari ini aja. Kalian bisa, kan?"

Orang lain yang mendengarnya mungkin akan mengira pertanyaan yang keluar dari mulut Sherlly hanya pertanyaan biasa. Namun, tidak bagi Azzura dan Bella. Hampir tiga tahun mereka bersahabat, cukup banyak penyesuaian yang Azzura dan Bella pelajari. Salah satu yang mereka pelajari dari Sherlly adalah dia tidak pernah bertanya, kelihatannya saja bertanya, tapi sebenarnya, hanya berisi tuntutan dan tekanan. Sherlly juga tidak pernah mau mendengarkan orang lain dan lebih dominan bertindak berdasarkan pendapatnya sendiri.

Azzura dan Bella tak akan pernah lupa kejadian satu tahun lalu. Pada saat itu, mereka bertiga sedang menginap di vila milik keluarga Sherlly. Mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke tempat wisata yang tidak jauh dari vila. Mobil sudah siap di depan vila. Barang-barang yang akan di bawa ke tempat wisata sudah dimasukkan ke dalam mobil. Rencananya mereka akan pergi ke tempat wisata taman bunga untuk membuat rekaman video portofolio seni musik Sherlly.

Berhubung saat itu adalah musim liburan panjang, maka pengunjung di tempat wisata sangat banyak. Melihat ekspresi wajah Sherlly yang tidak senang, Bella memberikan saran untuk pergi mencari tempat wisata taman bunga yang lain. Sherlly yang tidak suka dengan saran yang diberikan oleh Bella, justru memaksa untuk bertemu dengan pengelola tempat wisata.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 08, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Kontradiktif dan Ironis Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang