***
"Loh ngak usah berekspresi seperti itu. Gua ngak niat nyentuh kok."
Nara sekarang tidur di sofa sebrang ranjang syukur sofa tersebut lumayan lebar dan muat untuk tubuh mungilnya.
Namun ia sedikit takut ketika melirik ke arah Raja yang sekarang menatapnya juga dengan tatapan tajam dan mengancam.
"Lo akan tidur di sana selamanya"
"Iya, gue tahu."
"Lepas cincin itu" tegas Raja Nara menelan saliva dengan kasar, dan mengerjakan matanya beberapa kali.
"Cincin?" beo Nara tidak mengerti.
" Gue nggak mau, semua orang tahu kita telah menikah."
"Iya, nanti kalau di sekolahan gua Buka ko Loh jangan khawatir."
"Bagus terakhir dari gue. Jangan pernah jatuh cinta ke gue. Karena gue.... Ngak akan pernah suka dan mencintai benalu seperti lo."
Hati Nara sakit mendengarnya bulan madu yang semua pengantin impikan, nyatanya tidak pernah ada dalam hidup Nara bahkan suaminya sendiri yang membuat sakit hati terus-menerus.
"Iya," jawab Nara dengan nafas berat.
Setelahnya, Raja memunggunginya dan Nara tidak memperdulikan hal itu. Nara ikut memejamkan matanya, walaupun Sebenarnya iya takut akan kegelapan.
la tidak bisa tidur kalau lampu kamar dimatikan. Namun, Nara tidak memiliki keberanian untuk membuka suara
Nara bersembunyi di bawah selimut meminjamkan matanya dengan rapat.
****
Pagi menjelang. Nara merasakan basah di wajahnya. la meraba wajahnya dan benar, ada air. Tapi berasal dari mana?
"Bangun! Gue nggak suka orang pemalas"
Raja menyiramnya menggunakan seember air penuh, membuat tubuh Nara basah.
Nara bangkit dan segera merapikan selimut dan bantalnya. Raja sudah siap dengan seragam sekolahnya.
Kapan cowok itu bangun? Nara segera menggelengkan kepalanya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi
Raja memasang jas OSIS nya dan menyambar tasnya. Raja menutup pintu kamar, dengan rapat dan menuruni anak tangga, seperti biasanya.
Setelah Raja pergi. Nara bernafas lega la segera memakai pakaiannya dan menyisir rambutnya yg berantakan.
Ternyata Raja tidak sejahat yang ia kira. Walaupun hidungnya kerasa sedikit perih, karena air masuk sedikit ketika Raja menyiramnya.
Di meja makan, Navella menatap Raja lama,"di mana istrimu?" Tanya mamanya
"Masih di kamar."
"kamu ini ya bukannya dibantuin malah langsung pergi dan ninggalin istri kamu sendirian."
"Dia punya kaki, ma."
"Kamu suaminya, Raja." Ujar sang papahMembuat Raja mendengus kesal. Kalau sudah papanya ikutan. Maka Raja tidak ada alasan untuk membatanya.
"Selamat pagi." Nara telah siap dengan seragam sekolah dan juga tasnya. La duduk jauh dari Raja membuat Navella mengerenyitkan dahinya bingung.
"loh, kok jauh banget tempat duduknya? Kamu duduk di dekat Raja, Nara!"
Nara bangkit dan menggeser dirinya duduk di samping Raja
"maaf, ma. Karena Nara bangun kesiangan dan gak sempat membantu."
Segitu dulu iya jangan lupa vote/komen beyyy

KAMU SEDANG MEMBACA
pernikahan rahasia saat Masi sma
Teen Fiction"Gua nggak mau semua orang tau kalo kita sudah menikah " "iya nanti kalau di sekolah gua buka loh jangan kawatir" ini hanya hiburan sajah