11🔞

4.3K 224 15
                                    

saat alhaitham mulai memasukkan adik kebanggaan nya ke dalam tubuh Kaveh, alhaitam melihat omega dibawahnya bergetar hebat.

entah kaveh merasa sakit atau nikmat, alhaitam tidak tau.kaveh hanya memeluk tubuhnya dan bernapas dengan tidak beraturan,deru nafas yang keras itu membuat alhaitam khawatir.

"apakah sakit?"
cengkraman kuku pada kulit alhaitam menjawab semuanya.
"kau memasukkan nya sekalian bodoh,kau kira milikmu kecil?"
kaveh melampiaskan kekesalan nya dengan memukul"bahu alhaitam.

alpha yang dipukul olehnya hanya tersenyum.mendiamkan diri di dalam tubuh kaveh sesaat, alhaitam berinisiatif mengajak sang omega berbicara.

"jika kamu tidak mencintai ku,kenapa kamu ingin memiliki anak dariku?bukankah kamu adalah omega yang memiliki banyak alpha di sisimu?"
alhaitham menyingkirkan poni lepek milik kaveh,si pirang yang masih sedikit bergetar menjawab dengan tertatih-tatih.

"aku hanya menyukai rupa rupawanmu, berharap anak ku akan menjadi seseorang yang cantik sepertiku,atau tampan sepertimu"

mendengar itu alhaitam mendecak kesal
"heh,jawaban yang di harapkan oleh seorang lulusan arsitektur akademiya"

"Melihat reaksimu, sepertinya ini bukan pengalaman pertama."
kaveh berbicara, sepertinya dirinya sudah lebih rileks.

Bibir alhaitam mencium leher kaveh, sementara tangannya yang lain meraba-raba perut, telapak tangan menyentuh langsung kulit putih itu,dan meremas dada sang empu. Yang disentuh terkaget barang sedetik.

" kamu sudah bilang,kamu bukan orang pertama."

"Oh?yang kubilang benar ya?berapa omega yang mengemis di hamili dirimu? tentunya salah satunya adalah diriku, Dengan tubuh dan wajah seperti ini, siapa pun akan tergoda"

tidak suka kaveh makin berbicara,
Bibir alhaitham bergerak ke bibir kaveh, membungkam suara yang hendak keluar. Mula-mula menempel lembut, lalu mengulum rakus. Kedua tangan tidak berhenti meremas dada omega, menunjukkan tonjolan empuk yang luar biasa menggoda. Dengan senang hati alhaitam meremasnya hingga terdengar erangan tertauhan dibalik ciuman.

ciuman di putuskan, alhaitam mulai menggerakkan pinggangnya maju dan mundur.
kaveh memalingkan mukanya ke samping,air liur bekas ciuman mereka membasahi dagu,mengalir turun ke leher putihnya.mengundang geraman rendah dari sang alpha.

sadar kaveh merasa malu, alhaitam menaikkan satu paha kaveh ke atas bahunya

"Hhaahh... look at you" alhaitam menggigit daun telinga kaveh".telingamu semerah mawar dan tomat,kamu malu sekarang heh?mana omega berisik yang minta dihamili tadi?"

telinga kaveh memerah,begitu juga tubuh putihnya,sedari tadi dia menahan desahannya dengan menggigit bibirnya.lalu kaveh menengok alhaitam.

"kamu banyak berbicara ketika berhubungan badan-apa?!"

Alhaitham membalikkan tubuh kaveh menjadi menungging, menggempur omega dibawahnya dengan brutal.terdengar kaveh mendesah dengan keras dibawah sana,namun tertahan bantal.

cemburu dengan itu,tangan alhaitam di kaitkan ke leher kaveh,dan menariknya agar mendongak.
kaveh sudah berantakan,jepitan merahnya yang awalnya rapi dan cantik kini sudah tidak berbentuk,bulu burung yang tertata di rambutnya kini sudah rontok.

indah.indah sekali.sorot Mata sang alpha yang sayu itu melihat bahu dan leher putih sang omega.desahan kaveh yang semakin keras dan tersendat sendat adalah bukti bagaimana alhaitam menggempur habis lubangnya dibwah sana.

"ahh... betapa aku ingin menodai kulit putihmu"

ruangan itu kini penuh dengan phoromon alpha dan omega yang sedang bersenggama,saling meraih kenikmatan dunia.
kamar itu hanya menjadi saksi bisu,awal perjalanan mereka.

"Dek hayi" Haikaveh [ END ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang