dua puluh satu

13 0 0
                                    

1 tahun setelah pernikahan Dea dan Raka, apakah kalian berfikir semua masalah akan selesa? Tentus aja tidak

"Kamu bisa ga sih, putusin hubungan kamu sama Widi?" Ucap dea tak menatap Raka

"Apa hak kamu ngatur aku?" Kesal Raka

"Hak aku? Masih nanya lagi, aku istri kamu dan bisa-bisanya kamu malah pacaran sama orang lain, tega kamu" kesal Dea

"Iya aku tega, kenapa?" Ucap Raka tak kalah tinggi

"Jahat kamu! Aku kecewa sama kamu" kesal Dea pergi

Dea pergi ke salah satu cafe dekat rumahnya untuk bertemu seseorang dan tak lama seseorang itu sampai dan duduk di depan Dea

"Cerita Apa nih?" Tanya seseorang itu yg merupakan teman dekat Dea, kita panggil saja renjun Huang

Sedikit tentang renjun, renjun bisa di bilang sahabat kecil Dea Yap mereka masih berteman sampai saat ini tapi entah tiba-tiba saja saat mendengar bahwa Dea sudah menikah dengan Raka membuat renjun kecewa, mungkin serbuk cinta tumbuh tapi mengapa tumbuh saat ini? Bukan dari dulu?

"Gue minta Lo jangan kasih tau soal ini ke bunda dan ayah gue ya" ucap Dea yg di balas anggukan oleh renjun

"Raka dia--

"Selingkuh?" Tebak renjun yg diangguki oleh Dea

"Keterlaluan!" Kesal renjun menggebrak meja cafe

BRAKK!

"Jun, udah deh Lo jangan emosi" ucap Dea, Yap karena Dea tau renjun itu tipe orang yg mudah emosi

"Tenang aja de, gue bakal jagain Lo" ucap renjun membuat Dea terkejut

"Maksudnya?" Tanya Dea

"E-eh enggak, Lo pasti salah denger" gugup renjun

"Lo pasti mau jagain gue kan?" Tebak Dea

"Hehe"

"Makasih, gue seneng punya sahabat kayak Lo" ucap Dea

"Maksud gua, jagain Lo lebih dari sekedar sahabat de" batin renjun menatap Dea penuh harap

"Sekarang dari pada gabut, mo jalan-jalan gak?" Tanya renjun yg langsung diangguki senang oleh Dea

"Kemana?" Tanya Dea

"Gimana kalo ke Jogja?" Tanya renjun yg langsung diangguki oleh Dea

"Eh tapi jangan deh" sambung ny lagi

"Loh kenapa?" Tanya Dea

"Jogja kan jauh, ntar harus bawa baju ganti" ucap renjun

"Iya juga ya" balas Dea

"Gimana kalo ntar malem aja? Jalan-jalan nya ke pasar malam? Seru tuh" saran Dea yg di acungkan jempol oleh renjun

"Ntar gua jemput Lo, jam?"  Tanya renjun

"Jam 8 aja gimana?" Ucap Dea

"Sip lah"

"Udah lumayan sore, gue pulang dulu ya" ucap Dea melihat jam tangannya

"Mau gue anterin?" Tanya renjun yg di balas gelengan oleh Dea

"Ga usah,rumah gua Deket" ucap Dea

""Iya ya hehe"

"Gue pulang dulu ya, bay" ucap Dea pergi

Sesampainya di rumah Dea langsung di sambut oleh Raka yg menatap nya tajam

"Abis darimana kamu?!" Kes Raka

"Ketemu sama temen" ucap Dea hendak pergi ke kamar nya

"Temen?" Sindir Raka yg di balas deheman oleh Dea

Skip malam

Dea sedang bersiap untuk pergi Raka yg bingung dengan sikap dea tapi ia mencoba untuk tidak peduli

"Mo kemana Lo?" Tanya Raka melihat Dea yg sedang memakai sepatu putih nya

"Pergi bareng temen" ucap Dea

"Ceco?" Tanya Raka lagi

"Harus banget ya gue kasih tau?" Ucap Dea savage lalu pergi

Dea melihat mobil renjun sudah menunggu ia pun menghampiri nya, nampak renjun juga membuka kaca jendela mobil nya

"Yok" ucp Dea masuk ke dalam mobil renjun

Ternyata sendaei tadi Raka mengintip dari jendela ia memutar bola matanya malas

"Bisa-bisanya dia selingkuh" kesal Raka

Setelah selesai jalan-jalan renjun pun mengantar Dea pulang, saat Dea membuka pintu mobil renjun ia terkejut saat Raka menunggu nya di luar

"Dari mana?" Tanya Raka

"Dari--

"Kamu kok selingkuh sih" ucap Raka dengan wajah cemberut

"Loh, bukannya dia yg selingkuh" batin renjun dari dalam mobil yg mendengar percakapan mereka

"Jangan nuduh Lo, Lo kira gue kayak Lo emang?" Ucap Dea savage pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan Raka

"Duluan bro" sapa renjun pergi dengan mobilnya

"Gue salah kah? Gak tau lah dia aja yg terlalu posesiv" ucap Raka masuk ke dalam rumah

Tiba-tiba saja ponsel Raka berdering, ia pun segera mengangkat telepon nya

"Halo, ada apa?" -raka

"Kamu lagi apa?" -widi

"Lagi nelepon kamu lah" -raka

"Kangen" -widi

"Udah kangen aja" -raka

"Kapan kamu lamar aku?" -widi

"Kapan? Jangan tanya soal itu dulu dong" -raka

"Ga bisa, kamu udah ngasih aku harapan" -widi

"Beri aku watu" -raka

"Dari dulu aku beri kamu waktu, kenapa nggak kamu cerain aja sih istri kamu" -widi

"Kamu nyuruh aku cerain Dea?" -raka

"Iya" -widi

"Nggak! Jangan mentang-mentang kamu, jadi seenaknya aja" -raka

"Kok kamu malah ngegas sih" -widi

"Lo yg mulai!" -raka

"Ih! Kamu mah" -widi

Tutt

Telepon di matikan sepihak oleh Widi raka mengusap wajahnya kasar

"Jadi..Raka mau cerain aku" batin Dea, ternyata Dea sendari tadi mendengar percakapan mereka

"Widi udah keterlaluan" ucap Raka terdiam

"Apa aku putusin dia aja" sambung nya lagi

"Putusin" dingin Dea yg baru datang membuat Raka terkejut

"Sejak kapan kamu disitu?" Tanya Raka gugup

"Kamu bilang kamu mau cerain aku?" Tanya Dea membuat Raka semakin terpojok

"E-enggak dong, kata siapa?" Ucap Raka

"Aku mau kamu putusin Widi" ucap Dea datar

"Kalo Dea udah ngomong tanpa ekspresi gue jadi panik" batin Raka

"Siap Bu boss" ucap Raka membuat Dea tersenyum

"Tapi kamu juga jangan deket-deket sama si yg namanya ronjon ronjon itu" ucap Raka

"Renjun bukan ronjon" ucap Dea

"Iya lah itu pokoknya, jangan deket-deket dia lagi aku ga suka" ucap Raka yg diangguki oleh Dea







Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 25, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Perjodohan (Jeongin × Ningning)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang