Mobil yang dikendarai oleh Jaehyun melaju dengan kecepatan sedang. Jalan raya pada malam itu tak begitu ramai. Mungkin karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul satu malam. Diliriknya seseorang yang berada di kursi penumpang, Renjun yang sedang memandang keluar kaca mobil. Sesekali mata lelaki berperawakan mungil itu akan terpejam karena music yang diputar di dalam mobil ini membuatnya mengantuk.Tak dapat diprediksi bahwa Jaehyun kini justru bersama dengan seseorang yang bahkan belum dikenalnya. Berawal dari menolong lelaki itu di sebuah pesta dan berakhir mengantarkannya ke rumah.
"Ponselmu," tegur Jaehyun saat ponsel di dalam tas bermerk channel itu terus bergetar.
Renjun menoleh sejenak ke arah Jaehyun yang masih fokus menatap jalanan. Ia kemudian membuka tas dan meraih ponselnya yang bergetar. Dilihatnya nama Doyoung tertera di atas layar ponsel itu.
"Tidak dijawab?" Jaehyun bertanya saat Renjun hanya menatap ponselnya dalam diam.
"Tidak mau."
"Kenapa?"
"Takut kena marah."
Jaehyun menyugar rambutnya yang sudah tak serapi saat di pesta tadi. Orang ini sedikit membuatnya geram.
"Masih jauh?"
Renjun mengangguk, "Lurus terus. Nanti ada persimpangan lampu merah baru belok kanan..."
Jaehyun mempercepat mobilnya membelah jalanan raya itu hingga sebuah persimpangan yang di katakan Renjun muncul. Mobilnya berhenti sejenak di persimpangan itu, menunggu lampu merah yang masih lama.
"Cigarettes after sex?" gumam Renjun saat lagu dari grup musik itu diputar di dalam mobil.
Jaehyun hanya mengangguk sebagai balasan.
"Kau suka?" tanya Renjun.
"Suka."
"Suka aku?" gurai Renjun. Ia tertawa hingga kedua matanya menyipit. Tak sampai sedetik raut wajahnya kembali berubah datar, "Lupakan." cicitnya.
"Kau masih mabuk."
Renjun menggeleng. Ia menoleh menatap Jaehyun dari samping. Pahatan sempurna dan garis rahang itu membuat Renjun meneguk ludahnya kasar, "Aku tidak mabuk." Dan setelahnya Renjun hanya bisa menahan nafasnya saat Jaehyun menatap balik ke arahnya. Tangan pria itu menarik dagunya maju.
Jaehyun kemudian mengikis jarak di antara mereka hingga ia bisa mencium nafas Renjun yang bercampur dengan alkohol. Dengan lancang, ia memghirup rakus aroma tubuh si mungil di leher dan bahunya yang terbuka.
Renjun memejamkan matanya saat hidung mancung pria dominan itu menggesek lehernya. Jika saja saat ini mereka sedang tidak berada di jalan, mungkin sesuatu yang lebih akan terjadi di antara mereka. Jaehyun jelas menahan, terlebih saat ini dia dapat melihat dengan jelas tulang selangka indah yang begitu mengundangnya. Namun, suara klakson dari belakang mobil terpaksa membuat ia harus menghentikan aksinya. Jaehyun kembali melajukan mobilnya dengan perasaan tak karuan.
Jaehyun sadar, tak seharusnya ia begitu kepada seseorang yang sedang mabuk. Terlebih dikarenakan emosi tadi yang masih menguasai dirinya, membuatnya ingin melampiaskan hal itu kepada siapapun di sekitarnya.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya mobil sedan berwarna hitam itu sampai di sebuah kawasan perumahan elite. Mobil yang dikendarai Jaehyun berhenti di depan sebuah rumah dengan dua lantai dan pagar tinggi menjulang yang diketahui adalah rumah dari lelaki yang duduk di sebelahnya.
"Terima kasih dan maaf merepotkan," ucap Renjun pelan. Ia berusaha mengerjapkan kedua matanya yang sudah dihinggapi rasa kantuk berlebih.
Jaehyun tiba-tiba menyodorkan sebuah kartu nama dari saku jasnya yang langsung diterima oleh Renjun.

KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us | JaeRen✔️
FanfictionBerawal dari kejadian di sebuah pesta, masalah mulai datang perlahan ke dalam hidupnya. Setiap Renjun berada dalam masalah itu, ia tanpa sengaja akan selalu bertemu dengan Jaehyun, penolongnya. Start : 25/04/23 Finish : 11/02/24 RANK #1 JAEREN 23/12...