Matahari hampir tenggelam menandakan bahwa hari mulai malam. Renjun yang saat itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya, langsung bergegas pulang dengan menggunakan mobil pribadinya. Setelah melalui perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya mobil yang dikendarainya sudah sampai di halaman rumah. Ia segera memarkirkan mobilnya ke dalam garasi yang sudah terbuka secara otomatis, lalu turun dari dalam mobil dengan wajah yang berseri-seri.Biasanya sepulang kerja, Renjun akan menampilkan raut kelelahan, letih, emosi, dan masih banyak lagi. Tapi kini sebaliknya, Renjun seperti baru saja mendapatkan jackpot. Bibirnya terus menyunggingkan senyum cerah sepanjang tungkainya melangkah masuk ke dalam rumah mewah keluarga Huang.
Dengan lincah, tubuh mungil itu langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Ia ingin segera mengganti setelan kerjanya dengan baju santai, membersihkan wajah dan meletakkan tasnya kembali bersama koleksi tas lainnya. Intinya Renjun ingin membersihkan dirinya terlebih dahulu setelah menjalani banyak kegiatan hari ini.
Hampir satu jam Renjun menghabiskan waktu untuk membersihkan dirinya. Ralat, mungkin lebih pantas disebut kegiatan merawat diri itu, akhirnya Renjun keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Ia kemudian keluar dari dalam kamarnya untuk menuju ke sebuah ruangan yang berada di sudut lantai rumah ini. Mengetuk pintu itu beberapa kali dengan tidak sabaran, namun tidak kunjung mendapat balasan. Alhasil Renjun memutuskan untuk langsung membuka pintu itu. Menelisik kamar tidur kakaknya yang ternyata tidak ada sang pemilik kamar di sana.
Tidak mungkin Doyoung belum pulang? pikirnya mengingat jam sekarang yang hampir menunjukkan pukul delapan malam.Tanpa berlama-lama, Renjun langsung menuruni tangga untuk menelusuri lantai satu yang sekiranya Doyoung akan berada di sana. Dan benar saja, sosok kakaknya yang masih menggunakan jas kerja itu sedang duduk di atas kursi pantry sambil mengaduk minuman di dalam gelas dengan sendok, membuat bunyi nyaring antara sendok yang beradu dengan gelas itu terdengar jelas.
"Hyung," panggil Renjun mendekati sosok itu.
"Astaga!" pekiknya lantang dengan badan yang bergoyang hampir terjatuh dari kursi itu. Untungnya Doyoung dengan keseimbangannya yang baik segera membenarkan duduknya, "Bagaimana jika gelas ini ku lempar ke wajahmu!?" kesalnya sambil mengangkat gelas itu ke hadapan Renjun.
"Kalau berani," balas Renjun kecil, kemudian ia bergerak duduk di samping Doyoung.
"Apa katamu?" Matanya menyipit tak suka mendengar ucapan Renjun.
Dengan cepat Renjun segera menggeleng, "Aku tidak mengatakan apa-apa tuh?" balasnya lagi sambil menjulurkan lidah, mengejek Doyoung yang alisnya sudah menekuk ke bawah. Dan mulailah perkelahian antara sepasang kakak adik itu. Renjun yang selalu menyahut kakaknya, dan Doyoung yang tidak terima diperlakukan seperti itu oleh adiknya.
"Sopan kau begitu?"
"Hyung duluan yang ingin memukulku?"
"Tapi kan aku tidak memukulmu!"
"Ya tetap saja kau berniat memukulku tadi!"
Dan masih banyak lagi hingga Doyoung muak dan berniat pergi dari sana. Pergi ke mana pun asal tidak bertemu adiknya yang menyebalkan itu. Namun, apa yang dikatakan Renjun selanjutnya berhasil mengehentikan tungkainya yang hendak melangkah pergi.
"Kim Jungwoo."
"Jangan bilang-
"Aku akan datang ke pestanya." ucap Renjun pada akhirnya. Menyatakan niat dan tujuannya yang ingin menemui Doyoung hanya untuk mengatakan itu, namun sepertinya reaksi yang Renjun harapkan dari Doyoung berbanding terbalik dengan apa yang diharapkannya. Kakaknya itu justru menatapnya tak suka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us | JaeRen✔️
FanficBerawal dari kejadian di sebuah pesta, masalah mulai datang perlahan ke dalam hidupnya. Setiap Renjun berada dalam masalah itu, ia tanpa sengaja akan selalu bertemu dengan Jaehyun, penolongnya. Start : 25/04/23 Finish : 11/02/24 RANK #1 JAEREN 23/12...