8.Terlalu cantik

810 82 6
                                    

Happy Reading guys
📖

"Aku mau putus!"

"Oke,"cowok itu mendengus mendengar jawaban pacarnya atau lebih tepatnya sekarang adalah mantan pacar.

"Gitu doang,kamu nerima kita putus jangan-jangan kamu emang udah gak mau sama aku lagi?."protesan cowok itu mengundang helaan napas sang lawan bicara.

"Terus gue harus jawab apa,gue harus nangis-nangis gitu, toh alesan nya juga gak jauh-jauh dari mantan gue yang sebelumnya."

"Ya makanya kamu tuh harus mikir dong,kamu tuh-"

"Just Lo-gue, not aku-kamu you know!"

"Fine kita putus."pasrah cowok itu lalu segera pergi dari tempat itu dengan perasaan kesal.

"Dia yang minta putus dia juga yang kesel."dengus Jisoo, dia rasanya sudah lelah dengan hubunganya yang terus putus jadian-putus jadian, sebenernya sakit tapi mungkin sudah biasa seperti itu selalu di putuskan.

Punya wajah cantik yang di idam-idamkan wanita lantas tak membuat nasib Jisoo bahagia di mana si cantik akan bersanding dengan si tampan menjadi couple goals, wajah cantiknya inilah yang menjadi alasan putus hubungan dengan sang kekasih.

Mantan-mantannya dulu selalu urung-uringan setiap dia kegiatan entah itu ikut healing atau ada acara kampus dimana ia akan berpartisipasi.

Takut Jisoo diam-diam di dekati seseorang dan menyebabkan mereka putus.

Omong kosong.

Nyatanya selama ini hubungan Jisoo selalu putus dari pihak pacarnya,ia juga tahu batasan dalam berteman dengan laki-laki mengingat ia sudah punya pacar.

Jika wanita lain di suruh cantik merawat diri oleh pacarnya berbeda dengan Jisoo, dulu dia menurut untuk tak memakai makeup setiap ke kampus atau di ajak jalan,agar tidak terlalu cantik, paling dia hanya memakai lipbalm. tapi tetap saja tak ada bedanya.

Menyusuri koridor yang tampak lenggang, Jisoo berniat menghampiri sahabatnya yang berada di jurusan FK.

"Soo?!"panggilan namanya membuat langkah Jisoo terhenti ia lantas menoleh mendapati sosok gadis berambut pendek kecoklatan, sedikit mengerutkan keningnya mencoba mengingat-ingat.

"Wendy gue, lupa pesti"

Senyum jisoo terbit kala ia mengingat,"hehe sorry kak"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Senyum jisoo terbit kala ia mengingat,"hehe sorry kak"

"Gak papa gue maklumin, pesti lagi banyak pikiran,"canda Wendy.

Jisoo hanya menanggapi dengan cengiran,"Oh ya kak, ada perlu kah?."tanya Jisoo.

"Oh iya!gue lupa tujuan manggil lo, ibu Lo masih terima pesenan kue?."

SHORT STORY→[Vsoo]RepublishTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang