Budayakan Vote sebelum membaca
●
●
●Happy reading
Jennie turun dari mobil Daddy nya. Ia tersenyum lalu melambaikan tangannya. Lalu segera masuk kedalam area kampus. Banyak sepasang mata yang sedari tadi menatapnya. Ada yang memuji nya, dan ada juga yang iri kepada nya. Para anak buah Daddy nya juga tidak ada dibelakang nya. Karena ia sudah bilang kepada Daddy nya agar dipantau dari jauh.
Sedangkan para oppa nya, Jeno dan Jaemin yang biasanya selalu menemaninya, juga hari ini tidak masuk. Kata Daddy-nya, mereka ada urusan.
Jennie menghirup nafasnya dan membuangnya dengan pelan. Udara pagi hari yang sangat segar, pikirnya.
Ia mengeratkan tas ransel kecilnya dan melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Hari ini ia ada kelas pagi. Sesekali Jennie bersenandung kecil, dan sesekali tersenyum saat ada yang menyapa nya. Langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang yang sedang membicarakannya dibelakang.
"Memangnya benar Jennie itu anak dari CEO V COMPANY? Mereka terlihat tidak mirip." Bisik seorang perempuan sambil melirik Jennie.
"Entahlah, aku juga tidak tau. Jika dia benar anak dari CEO tampan itu, mengapa aku belum pernah melihat ibu Jennie."
"Mungkin dia bukan anak kandung? atau anak pungut?"Mereka berdua tertawa pelan, tidak menyadari Jennie yang mulai berjalan mendekati mereka.
Mereka berdua berhenti tertawa karena melihat Jennie yang sudah ada didepan mereka. Salah satu dari mereka berteriak kesakitan akibat ada sesuatu yang memukul hidungnya. Jennie terkekeh kecil melihat darah mengalir di hidung perempuan itu. Ia mengerucutkan bibirnya lalu menyilangkan tangannya didada.
"Bisa ulangi ucapan mu tadi?" Jennie menatap mereka dengan tatapan matanya menyorot tajam.
Sebelum mereka menjawab, beberapa orang menghampiri nya."astaga Jennie,What are you doing?" Tanya Jisoo menghampiri nya, disusul kedua sahabatnya lagi, Rose dan Lisa.
Jennie merubah raut wajahnya menjadi sedih." Dia mengataiku!" Jennie menunjuk perempuan yang hidungnya masih terus mengeluarkan darah." Jadi Jane memukul nya, tidak apa kan?" Lanjutnya.
Jisoo menghela nafasnya, tetapi tidak dengan Lisa dan Rose yang terlihat sumringah, bersemangat mendukung Jennie.
"Kenapa tidak memberitahuku? Aku kan bisa membantu mu!" Lisa menggulung kemeja nya sampai siku. Ia sudah memasang kuda-kuda dan menatap kearah dua perempuan yang mengatai Jennie.
"Ayo-ayo! Aku mendukung saja," Rose terlihat bertepuk tangan, sambil terus menyemangati Lisa.
"Sudah-sudah! Kali berdua pergilah," Suruh Jisoo kepada kedua perempuan itu. Setelah melihat kedua perempuan itu pergi, ia segera menatap ketiga sahabatnya."kalian semua pergilah kekelas masing-masing." Suruh nya.
"Kau tidak apa kan Jane?" Tanya Jisoo."lain kali tidak boleh bermain tangan, okay?" Ucapnya lagi dan diangguki Jennie.
***
Jennie terlihat senang sore ini. Sehabis pulang dari kampus, Jennie segera pulang karena katanya daddy-nya juga sudah pulang. Entahlah, akhir-akhir ini ia tidak ingin jauh-jauh dari daddy-nya. Pintu Mension terbuka lebar, ia segera berlari memasuki Mension tersebut. Sepi sekali, pikirnya.
Jennie tersenyum manis saat melihat Daddy nya yang sedang fokus dengan ponsel nya dan tengah duduk disofa ruang keluarga dengan kaki nya yang disilangkan. Kancing Kemeja hitam nya yang terbuka dua biji. Serta kemeja lengan nya yang digulung sampai siku. Uhh! Sempurna, batin Jennie.

KAMU SEDANG MEMBACA
PSYCHOPATH DADDY Taennie [END]
Teen Fiction[ FOLLOW SEBELUM MEMBACA!! ] "otw buat baby mpi!" Taehyung "daddy aku mencintaimu!" Jennie . . Jennie Kim yang bertingkah seperti anak kecil didepan daddynya,dan Kim Taehyung yang tampan mencintai putrinya. Bukan mencintai layaknya seorang anak dan...