illustration of Ann
----------------------------------------
teaser I'm not Enigma...
---
Ketenangan adalah hal yang paling didambakan oleh semua orang, begitu pula dengan seorang pemuda bernama Ann. Hari-harinya diisi oleh pekerjaan yang tak begitu ia minati. Tapi entah bagaimana ia selalu diseret oleh tanggung jawab itu. Hidup bergantung pada pekerjaan, mungkin itu adalah kalimat yang tepat.
Dering telepon terdengar dari handphone yang berada di atas meja hingga membuat Ann yang tengah menikmati kopi paginya terusik. Terpaksa ia mengangkat telepon itu untuk membungkam suaranya.
"Ann, kamu di sana?"
"Hm, langsung bicara."
"Ada target baru, kuharap kamu bisa menyelesaikannya, aku akan mengirim lokasi dan data datanya, tolong baca terlebih dahulu, targetnya sedikit lebih sulit dari biasanya."
Ann tak bergeming dan langsung mematikan telepon itu. Tak ingin berlama-lama, ia langsung mengambil jaket hitam dan segera keluar dari apartemen. Ia melangkah ke sebuah gedung terbengkalai dan berjalan tanpa mempedulikan banyaknya pasang mata yang memperhatikan. Tak mau ambil pusing ia langsung menemui seseorang yang memberikannya misi, seorang pria yang telah berumur sekitar 40 tahun, yang ia panggil bos.
"Jadi, kapan operasinya?" tanya Ann yang baru masuk keruangan bosnya. Di sana ada beberapa anak buahnya yang berjaga di belakang, dan beberapa sedang duduk di meja lain, sibuk dengan kegiatan masing-masing.
"Ann, kuharap kamu jangan gegabah, targetnya sulit," ucap seorang pemuda bernama Nao yang duduk di dekatnya, ia adalah patner kerja Ann di setiap misi yang menghantui. Nao masih mengutak-atik laptop yang ada dihadapannya, lalu menunjukkan monitor yang berisi data data tentang target pada Ann.
"Alva?"
"Yup, kurasa kamu pernah dengar, targetnya adalah Alva Edison ketua AI Corp ilegal, seorang Enigma," ucap Nao lalu menggulirkan layar untuk menunjukkan data data selanjutnya.
"Enigma?" ulang Ann.
"Iya, itu golongan di atas Alpha, mereka dianggap sebagai Alpha yang paling dominan, dan mereka bisa—"
"Oh... Alpha, tinggal bilang gitu, jangan bertele-tele," potong Ann malas.
"Ann, aku serius!" bentak Nao emosi. Ia tahu Ann adalah seorang beta yang tidak akan terpengaruh dengan hal yang disebut pheromon, tapi beda ceritanya jika berhadapan dengan seorang Enigma. Sebagai partner dalam pekerjaan, tentunya ia juga mengkhawatirkan temannya, terlebih target mereka adalah seorang Enigma yang berbahaya.
Tak lama sang bos tertawa kecil. "Sudah, aku percaya dengan Ann, kamu bisa langsung menjalankan misinya kapan saja, dan tentu bayaran besar menunggumu," ucap bosnya dengan senyuman licik khasnya.
Ann menghela napas malas. "Aku hanya perlu membunuhnya, kan? Tidak ada hal aneh-aneh lainnya, kan?"
"Hal aneh lainnya? Hm." Bosnya berpikir sejenak sambil melihat ke arah monitornya, ia melirik lagi kearah Ann, dan langsung tertawa. "Akan lebih seru jika kamu membuat hal baru. Kamu diberi kebebasan bersenang-senang dengan target kali ini, yang terpenting targetnya harus mati," balas bosnya dengan senyuman. Ann sedikit merasa aneh dengan tingkah bosnya kali ini. Tak biasanya bos terlihat ragu sampai mengucapkan 'harus mati'.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'm not Enigma [TERBIT]
RomanceAnn, seorang pembunuh bayaran yang beralih profesi menjadi barista, tetapi diam diam ia bekerja lagi dengan seorang Enigma berbahaya bernama Alva Edison, kerjasama yang dibangun secara sepihak ini membuatnya harus memutar otak untuk menolak setiap m...