Mina POV
Benar yah kata orang kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Jika kita dapat memilih...tentunya kita akan jatuh cinta pada orang yang baik, seperti yang aku rasakan. Bagaimana tidak aku bisa dengan sangat bodoh menjatuhkan hatiku pada pria brandalan dan bad boy seperti Chou Tzuyu. Yah, kuakui dia memang tampan, ada kalanya dia memperlakukanku dengan sangat special, dengan suara lembut yang melelehkan, ditambah lagi lesung pipi yang manis menghiasi wajahnya yang bisa membuatku lupa akan segalanya.
"Astaga Chou Tzuyu racun apa yang kamu tuangkan untukku hingga aku benar-benar mencintaimu" ucapku dengan girang mengingat perlakuan manisnya.
***
"Mina-ya, apakah kamu tahu bahwa Tzuyu tadi malam masih ikut tawuran?" tanya Nayeon eonnie yang baru saja duduk di depanku.
Ya, saat ini aku dan teman-temanku berada di cafe langgananku. Seperti biasa cafe ini menjadi tempat favorite kami.
"Jadi kau belum putus dengannya Mina-Shi?" tanya Jihyo yang seakan menunggu jawaban dariku.
Inilah hal yang paling berat untukku, para sahabatku terlalu khawatir padaku. Mereka terlalu menyayangiku, hingga mereka tidak ingin aku terluka. Yah, aku memang sering terluka juga karena Tzuyu. Bagaimana ia secara terang-terangan mengaku bahwa ia juga memiliki kekasih selain aku. Bodoh yah? entah kenapa aku slalu mempertahankannya.
"A..ku...." gugupku
"Aku tahu kau teramat mencintainya Mina, tapi cinta yang kamu miliki itu terlalu menyakitkan." potong Jeongyeon oppa tegas padaku.
"Kamu terlalu lembut Mina, seperti yang kamu ketahui bahwa Tzuyu tidak pantas untukmu." ucap Chaeyoung menatapku.
"Aku terlalu sering mendengar kalian menasehatiku, aku terlalu sering mendengar kalian memintaku putus dan tidak setuju dengan hubunganku dengan Tzuyu, dan aku juga tahu sangat jelas sisi buruk Tzuyu terhadapku." ucapku marah dan berdiri
"Aku tahu itu! tapi sayangnya aku wanita bodoh yang mempertahankannya karena aku mencintainya." sambungku dengan suara bergetar.
"Jadi, tolong jangan membicarakan hal ini lagi. Justru aku lelah dengan perdebatan antara rasaku dan opini kalian" ucapku dengan lirih
Tes...
Butir bening lolos juga dipipiku. Kuseka airmata lalu kupergi meninggalkan cafe itu.
***
Saat ini aku berada di bawah pohon rindang. Bangku putih menjadi saksi tangisku, rasanya mataku benar-benar perih. Sepertinya aku sudah menangis hampir satu jam.
"Mengapa mencintaimu terlalu menyakitkan, Tzu?" ucapku lirih dengan isakan.
"Ada seribu alasan untuk meninggalkanmu tapi satu alasan "aku mencintaimu" terlalu gila untuk hubungan kita. Aku capek, Tzu?"
"Mengapa aku harus slalu memaafkanmu? mengapa aku harus slalu memahamimu? mengapa aku harus slalu terlihat baik-baik saja di depanmu? mengapa aku harus mempertahankanmu?" tanyaku pada diri sendiri yang diri sendiri sudah tahu jawabannya.
"karena aku mencintaimu" ucapku sangat lemah.
"Aku juga mencintaimu Minari" ucap seseorang yang sangat kukenal suaranya.
Kudengar langkahnya mulai mendekatiku. Entah sejak kapan ia juga berada di sini. Apakah ia mendengar semua ocehanku? Tzuyu, tahukah kamu bahwa aku menangis ini karena dirimu? tahukah kamu bahwa mencintaimu benar-benar menyakitiku? Aku benar-benar ingin sekali marah padanya, mengungkapkan semua keluh kesahku.

KAMU SEDANG MEMBACA
ONESHOT (SATZU/MITZU/JITZU)
RandomCerita hanyalah karangan Penulis. Saya berusaha memberikan karya-karya yang baik. 🍭Story tentang couple Satzu, Mitzu, Jitzu atau salah satunya. 🍭Atau mungkin hanya sekedar POV saja.