38.

2.8K 293 45
                                    

Follow, voted dan komen ya guys kalo ngerasa cerita ini bagus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Follow, voted dan komen ya guys kalo ngerasa cerita ini bagus. Jangan jadi silent readers, supaya aku semngat buat lanjut
.
.
.

Setelah Fitri memisahkan perkelahian Musa dan Randi, ia memutuskan untuk mengajak Musa masuk dan membicarakan semuanya pelan-pelan. Meskipun tampang Randi masih kesal, ia akhirnya membiarkan Ibunya memberikan Musa izin untuk masuk. Diluar pemikiran, Fitri mengunci kedua pria itu di kamar. Karena ia yakin hanya mereka berdua lah yang bisa menyelesaikannya, Wanita berhijab longgar itu pun takut jika ia membantu menengahi, ia malah terasa membela ke satu pihak saja.

"Tante, masalah ini tidak bisa dibicarakan baik-baik." Musa sedikit menggedor pintu itu minta dibukakan.

"Percuma, Ibu gue gak bakal patuh sama Lo," sindir Randi yang mulai mengompres memarnya.

Amarah Musa mulai menyusut, ia ikut terduduk di lantai, "jadi dimana pacar gue?"

"Aman, di rumah Joly." Randi sesekali terlihat meringis saat ia mengompres di bagian perut.

Musa terlihat mengaktifkan ponselnya, membuka laman dimana ia bisa melihat kondisi kost Sephia berkat kamera yang ia selipkan di vas bunga.

Dia tersenyum senang, "sepertinya pacar gue sudah pulang."

"Sini bersihin juga luka Lo," tutur Randi.

Musa hanya diam fokus, pandangannya masih pada layar handphone di genggamannya memperlihatkan Sephia yang sedang berkemas.

"Sa.."

"Hmmm?"

"Gue serius kali ini, lepasin Sephia."

"Lo mulai lagi," sindir Musa.

"Rasa cinta Lo itu berbahaya, Lo terobsesi sama dia."

Musa mendelikkan matanya, "maksud Lo apa?"

"Gue udah liat semuanya, barang-barang aneh di dalam lemari Lo itu."

Musa terkekeh, "syukur kalo Lo udah tahu, gue gak perlu repot jelasin lagi."

"Kenapa, Sa? Sephia orang baik. Jujur kalo gue gak punya Joly, gue bakal jatuh cinta sama dia saking polosnya."

"Kayaknya Lo gak berhak untuk tahu alasannya," ketus Musa.

Tiba-tiba kerut dahinya mengeras, giginya menggertak setelah ia melihat bahwa ia ketahuan oleh Joly. Kamera itu dihancurkan sehingga ia tidak bisa lagi melihat semuanya, layar menjadi hitam dan bergemuruh, "bangsat!!"

"Kenapa?"

"Gue mau pergi, buka pintunya!"

"Lo mau pergi kemana?"

"Kost pacar gue!"

"Lo mau ngapain disana dengan emosi yang masih belum stabil ini? Lo mau siksa Sephia lagi, hah!"

Jika Saja Ku Tolak Cintanya BAGIAN ITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang