{17} Guidance

4.3K 330 56
                                    

Lambang POV

Malam ini aku berada di sebuah cafe kecil di sudut kota. Suasana temaram seperti ini membuatku sedikit limbung. Kandungan Anindya sudah memasuki usia 9 bulan, cepat atau lambat aku akan menjadi seorang Ayah. Aku tak sabar ingin menggendong anak pertamaku dan mungkin juga akan menjadi anak terakhirku.

Aku mulai terbiasa dengan kehidupanku yang sepi seperti ini, tak ada yang spesial lagi. Aku sudah mencoba melupakan dia, dia yang selalu mencintaiku dengan sabar. Tapi sampai saat ini pun, kenangan tentang dirinya tak pernah hilang sedikitpun.

Tiba-tiba pelayan datang mendekat ke mejaku. "Selamat malam Mas, mau pesan apa?". "Saya pesan steak sama kentang goreng. Minumnya chocolava sama air mineral ya Mas" jawabku. Pelayan itu mencacat semua pesananku dan kembali ke dapur cafe. Sebenarnya aku tak terlalu lapar, tapi aku juga tak mau dibilang cuma numpang nongkrong.

Cafe Pantai, seperti namanya cafe ini memang berada di tepi pantai. Pantai yang dulu pernah aku kunjungi bersama Sandy. Hhhhhmmmm nama itu tersebut lagi. Kami menyukai suasana cafe ini. Pelayannya ramah dan mereka tak pernah menatap curiga pada tamu-tamunya, jadi setiap kali kencan aku dan Sandy lebih memilih tempat ini.

senyumanmu masih belum terkenang

hadir selalu seakan tak mau hilang dariku dariku

takkan mudah ku bisa melupakan

segalanya yang telah terjadi

di antara kau dan aku, di antara kita berdua

Lagu yang mewakili isi hatiku saat ini terdengar sangat menyedihkan. Lelaki yang dulu bisa tatap di depanku dan lelaki yang tangannya selalu bisa ku genggam seakan dia adalah milikku selamanya, kini tak ada lagi.

kini tak ada terdengar kabar dari dirimu

kini kau telah menghilang jauh dari diriku

semua tinggal cerita antara kau dan aku

namun satu yang perlu engkau tahu

api cintaku padamu tak pernah padam, tak pernah padam

Lagi-lagi lirik lagu ini seakan bisa membaca pikiranku dan membeberkan isi hatiku pada semua pengunjungnya yang kulihat sangat menikmati setiap alunannya. Sial.

Bahkan tak terasa sudah 9 bulan Sandy pergi tanpa ada kabar. Apakah dia sudah melupakan semua tentangku? Apakah dia tak sedikitpun memikirkan aku? Ya Tuhan, rasa sesak apa yang menyerang hati hamba. Aku tahu ini semua karma, tapi tidakkah bisa aku berteman dengan Sandy lagi? Walaupun hatiku masih sangat mencintainya.

takkan mudah ku bisa melupakan

segalanya yang telah terjadi

di antara kau dan aku, di antara kita berdua

Air mataku mulai membasahi kelopaknya, aku menahannya dengan usapan jari-jariku agar ia tak menetes. Lalu, aku membuang pandanganku ke arah ombak yang berkejaran di tepi pantai. Namun bayangan Sandy kembali terlintas dipikiranku seperti adegan film yang kusukai dan tak pernah bosan ku tonton. Aku teringat waktu kita main kejar-kejaran dan tertawa bersama. Kenapa sekarang keadaan berubah sangat drastis? Damn it, aku hanya bisa mengepalkan tanganku.

kini tak ada terdengar kabar dari dirimu

kini kau telah menghilang jauh dari diriku

semua tinggal cerita antara kau dan aku

namun satu yang perlu engkau tahu

api cintaku padamu tak pernah padam

api cintaku padamu

Harmoni Cinta, SandyakalaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang