Chapter 13: "Kumohon bangunlah."

239 23 3
                                    

Previously

"Apa dia tidak apa apa?" Tanya Yoongi khawatir.

"Aku sudah mengobati luka di lengannya, tapi.... " Ucapan Hoseok yang menggantung membuat Yoongi tak tenang.

"Ada apa dengannya?"

"Luka dalamnya cukup parah, aku tidak tahu kapan dia akan bangun" Ujar Hoseok sambil mengalihkan pandangan ke arah Jimin yang sedang terbaring di ranjang.

"A-apa?!"

Yoongi duduk di samping ranjang tempat Jimin berbaring dengan lelap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yoongi duduk di samping ranjang tempat Jimin berbaring dengan lelap. Sudah 2 hari ia hanya duduk disana, bahkan terkadang dia sampai lupa mengisi perutnya. Kantung matanya yang menghitam adalah bukti jika Yoongi kurang tidur, ia hanya melamun sambil memegang tangan Jimin dengan erat seolah-olah Jimin akan pergi dari hidupnya.

Tidak lama kemudian pintu terbuka, menampilkan Seokjin dan Hoseok berdiri disana. Seokjin membawa nampan kayu berisikan makanan untuk Yoongi karena lagi-lagi Yoongi tidak datang untuk sarapan.

Seokjin berjalan menghampiri Yoongi sementara Hoseok memeriksa keadaan Jimin.

"Kapan dia akan bangun?" Tanya Yoongi lirih. Seokjin menaruh makanan di nakas samping Yoongi lalu menatap Hoseok, merasa dirinya sedang di tatap Hoseok hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.

"Maaf, hanya Jimin yang bisa menentukan kapan dia bangun. Aku tidak bisa apa apa, semuanya tergantung pada Jimin." Jelas Hoseok sedih.

"Sampai kapan?" Monolog Yoongi.

Seokjin dan Hoseok hanya bisa melihat pemandangan didepan mereka. Baru pertama kali Seokjin melihat Yoongi seperti ini, Yoongi adalah orang yang ceria, konyol, dan keras kepala. Tapi walaupun begitu ia tidak akan tinggal diam jika orang yang di sayanginya terluka.

"Kami akan kembali lagi siang nanti untuk memeriksa Jimin, dan jangan terlambat untuk makan siang. Kami pamit." Ucap Seokjin yang diabaikan oleh Yoongi.

Bunyi pintu tertutup mengalihkan perhatian Yoongi, setelah memandangi pintu cukup lama akhirnya dia bangun dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu.

Yoongi keluar dari pondok kesehatan untuk mencari angin segar, karena hampir 2 hari penuh Yoongi berada di dalam pondok kesehatan. Berharap ketika Jiminnya bangun orang yang pertama ia lihat adalah dirinya.

Yoongi duduk di kursi yang terbuat dari kayu yang letaknya tak jauh dari pondok kesehatan. Tanpa Yoongi ketahui ada yang mengintai dirinya dari balik semak semak, karena merasa ada yang memerhatikan dirinya Yoongi melemparkan sebuah batu berukuran sedang ke arah semak semak itu.

Setelah itu, Yoongi mendekati semak semak untuk mengecek apa yang terjadi karena tidak ada pergerakan lagi setelah ia melemparkan batu berukuran sedang tersebut.

𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐡α𝐝𝐨𝐰 • YoonminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang