part 6

12 1 0
                                    

Mereka disambut dengan begitu haru. Kayla di baringkan di dalam tenda. Cery dan Arkan masing-masing dipeluk oleh orang tua mereka.

Sedangkan Kayla masih dalam keadaan pingsan, namun tubuhnya sedingin es. Beruntung Kayla masih terus saja bernafas.

Orang tua Kayla menangis melihat putrinya seperti itu. Cery menyusul memasuki tenda dimana Kayla berada.

Dani melihat sepupunya dalam keadaan seperti itu, hatinya begitu hancur. Ia merasa gagal menjaga Kayla.

Ibu Kayla memeluk Cery yang duduk disampingnya.

"Kayla kenapa bisa begini sayang?"

"Kayla tiba-tiba aja pingsan tante. Ini udah pernah terjadi tapi gak selama ini. Kemarin badannya panas banget, gak tau kenapa ini jadi dingin kayak gini." Terang Cery.

Ibu Kayla menatap putrinya dengan sendu. Anak yang ia kenal ceria, bisa tiba-tiba menjadi seperti ini.

"Kalian kemana aja seminggu hilang?" Cery tercengang mendengarnya.

"Kita cuma tersesat sehari aja kok tante." Pernyataan Cery membuat semua orang terkejut tak percaya, pasalnya mereka sudah hilang selama seminggu.

"Tapi kalian udah hilang selama seminggu."

"Gak mungkin tante, kita cuma tersesat di hutan sehari aja. Aku gak ngalamin sendirian, ada arkan juga."

Dani yang mendengar nama Arkan disebut oleh Cery, membuatnya tersulut emosi. Arkan yang berjanji akan menjaga Kayla, namun ternyata mereka malah menghilang selama seminggu.

"Bisa-bisanya lo duduk tenang di sana padahal Kayla lagi gak berdaya." Ucap Dani lirih.

Dani menarik tangan Arkan dengan penuh emosi. Meninju Arkan dengan beberapa pukulan di perut dan di wajah, hingga membuat arkan babak belur. Arkan tak dapat melawan, pasalnya ia sudah tak mendapat asupan sejak tersesat di hutan.

"Lo udah janji buat jagain sepupu gue an*ing! Sekarang apa? Gimana bisa Kayla jadi kayak gitu?!" Teriak dani di depan wajah Arkan.

Beberapa orang mencoba melerai, namun tak satupun dapat memisahkan mereka berdua.

Mendengar kegaduhan di luar, beberapa orang dalam tenda berhambur keluar termasuk Cery.

"Dani!" Teriak Cery.

Dani yang sedang memukuli Arkan terdiam seketika.

Cery menengahi mereka berdua. Dani masih berdiri dengan penuh emosi. Sedangkan Arkan duduk terkulai lemas di tanah.

Cery prihatin melihat Arkan dalam keadaan seperti itu. Mau seperti apapun ia sering bertengkar dengan Arkan, tapi mereka tidak benar-benar musuhan.

"Lo apa-apaan sih?! Lo liat sendiri sepupu lo lagi sakit, tapi kenapa lo malah kayak gini?!" Teriak Cery di depan wajah Dani, dengan wajah sedikit mendongak ke atas karena tubuh Dani yang jangkung.

Cery berteriak sembari mendorong Dani dengan telunjuknya.

"Dia udah janji buat jagain Kayla dan sekarang lo liat sendiri Kayla gimana, Cer?!"

"Lo gak tau gimana kejadian di hutan kemarin. Nyatanya kalau gak ada Arkan, kita gak mungkin bisa balik ke sini. Yang perlu lo tau juga, Kayla yang ngarahin kita jalan dan bukan Arkan. Kayla bilang dia dapet pesan dari Kemal di handy talky nya sedangkan gue sama Arkan enggak. Gue gak nyadar waktu itu, gue baru nyadar pas Kayla bilang handy talky nya ilang. Tapi di situ gue masih berfikir positif. Terus dengan semua kejadian itu, lo masih mau nyalahin Arkan?" Jelas Cery begitu panjang membuat Dani terdiam seketika.

Petaka Bumi Perkemahan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang