Chapter 05

69 10 1
                                    

Raquel duduk di anak tangga yang tidak jauh dari lapangan basket

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Raquel duduk di anak tangga yang tidak jauh dari lapangan basket. Setelah selesai berbicara dengan Candra, ia memutuskan untuk menyendiri. Raquel tidak mau di ganggu oleh siapapun, bahkan sahabatnya.

Flashback on

"Dia gak sepenting itu buat gue tau semua tentangnya Raquel."

"Kecuali kalau itu lo."imbuh Candra, yang membuat Raquel lagi dan lagi terdiam kaku.

"Sakit lo? Sadar gak kalau kata yang keluar dari mulut lo itu gak pantas? Hmm."

"Dimana letak gak pantasnya Raquel? Lo single kan? Gak ada yang salah."

"Jelas salah Candra. Gue masih pacarnya Alex. Sahabat lo sendiri."tekan Raquel.

"Apa salahnya lo buka hati? Dan lo harus sadar Al udah gak ada."

"Dimata dunia dan Lo semua Alex emang udah gak ada. Tapi di mata gue, dia masih ada. Dia masih hidup, dia gak mati. Dia hidup abadi disini." Raquel menunjuk dadanya. Seolah menampar Candra kalau Alex tidak mudah di gantikan dari hatinya.

"Kalau lo ada menaruh perasaan sama gue. Saran gue, buang jauh-jauh perasaan itu. Lo gak akan dapat balasan apapun dari gue."

Flashback off

"Huuftthh!!."

Helaan nafas Raquel terdengar jelas, gadis itu menyugarkan rambut pirangnya ke belakang. Wajahnya terlihat memendam banyak masalah dan pikiran, termasuk Candra yang mengganggu pikirannya sekarang.

Angin sepoi-sepoi menerpa begitu saja wajah termenung Raquel. Rambut terurainya sedikit bertebrangan.

"This is crazy. This shouldn't have happened. Candra emang gak waras, beraninya dia bicara seperti itu kek gue."

"Kalau ada Al, wajah Candra pasti udah babak belur karena berani meluntarkan kata-kata murahan."

Mengingat Alex, membuat Raquel merasa rindu. Ia Melihat ke arah lapangan basket terdapat banyak siswa yang sedang bermain disana. Seketika ingatan kembali ke masa lalu dimana Alex tidak sengaja menimpa kepalanya dengan bola basket.

Flashback on

BRUK

Mulut Raquel terbuka, gadis itu sedikit kaget ketika sebuah bola mengenai dirinya dan membuat Jus yang ia bawa numpah mengenai baju seragam putihnya.

"BANGSAT, SIAPA YANG NGELEMPAR BOLA KE GUE SETAN." teriak Raquel.

"Omg-- baju gue kotor" Imbuh Raquel lirih menunduk melihat seragam nya.

"Gue gak sengaja" ucap Cowok berjalan santai menghampiri Raquel.

Emosi Raquel langsung naik level melihat siapa pelakunya."Binatang lo Al, kalo gak bisa main basket gak usah ikut."

ALEX & RAQUEL S2 [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang