Saat ini...
Pada hari itu juga, luna mendapatkan informasi bahwa revan sedang menuju rumah sakit ayahnya untuk membahas kerja sama yang masih berlanjut, walaupun pernikahan telah gagal, demi meraih keuntungan kedua pihak keluarga tetap menjalin kerja sama.
Luna segera mengendarai mobilnya menuju RSUD TAMA, dengan seragam dokter RS PERSADA.
Beberapa suster menatap aneh melihat Luna, beberapa diantara mereka mengenalinya sebagai anak direktur rumah sakit, sebagian lagi menatap aneh mencari alasan mengapa dokter dari rumah sakit lain datang. Terdapat perbesaan yang cukup kontras dari loga dada dan logo lengan, begitu juga dengan model krah seragam.
Luna menerobos masuk melewati sekretaris yang sedang sibuk dengan komputer.
"Loh nona.."
sang sekretaris segera mengejar untuk menghentikan luna karena ada tamu penting.
Namun sudah terlambat, karena luna berhasil masuk, dia bisa melihat 4 orang laki-laki 2 diantaranya sang ayah dan revan.
Ke 4 pria itu melirik ke arah luna dengan tanda tanya.
"Tolong pergi dari sini"
Revan mengerti bahwa luna ingin berbicara dengannya. Revan memberi aba aba untuk 2 orang bawahannya keluar. Sementara sang ayah menolak pergi dan merasa dia memiliki hak untuk tetap berada di ruangannya.
Plakkkk
Tamparan itu melayang di pipi revan, sang ayah kaget, pertama kali dia melihat Luna berani menampar seseorang di hadapannya.
"Luna apa yang terjadi" tanya sang ayah
"Dia pantas mendapatkannya" jawab luna.
Revan melotot dengan tangan mengepal.
"Semua bisa di bicarakan"
"Dibicarakan? Diantara semua pria mengapa ayah harus menjodohkanku dengan dia? Berkat ayah dan dia aku semakin muak dengan laki-laki"
"Bicaralah"
Luna berbalik menatap sang ayah "dia memberikanku obat, membuatku tidak berdaya dan memperkosaku sambil merekamnya, dan tanpa merasa bersalah, dia bahkan berani mengancam, merusak kehidupan seseorang yang kucintai dengan vidio itu"
"Apa???"
Ayah luna kaget, ekspresinya tidak di buat-buat. Sejahat apapun ayah luna dia tentu tidak akan terima jika anak semata wayangnya di perlakukan seperti itu oleh laki laki lain.
Revan segera berlari pergi dari ruangan itu.
"Ayah tidak pernah menyangka bahwa seburuk itu dia memperlakukanmu, ayah fikir dia akan memperlakukanmu cukup baik, melihat bagaimana dia bergitu ter obsesi padamu"
"Yang terjadi sudah terjadi, hidupku sudah terlanjur hancur"
"Apa yang kamu ingin ayah lakukan"
"Aku hanya ingin bahagia"
"Ayah akan membereskannya untukmu, tapi bisakah kamu memaafkan ayah dan kembali ke kehidupan ayah?'
"Aku seorang lesbian"
"Ayah tau"
"Aku tidak akan pernah menyukai siapapun kecuali keysa, jangan pernah memintaku kembali jika ayah tidak bisa menerimaku apa adanya" luna melangkah untuk pergi.
"Ayah mengerti.."
Langkah kaki keysa berhenti mendengar kalimat yang tidak pernah dia harapkan.
"Ayah akan menerima keysa, ayah sudah tua.. tidak ada lagi yang ayah harapkan kecuali bisa berkumpul dengan satu satunya anak semata wayang ayah, biarkan ayah menebus kesalahan ayah.."
"Jangan hanya berbicara, mari kita lihat apakah ayah bisa menebusnya" ucap luna sebelum akhirnya pergi.
Ayah luna segera menyusun rencana memanggil asistennya.
Pada malam itu juga, 4 orang diutus menuju rumah revan, satu bertugas mematikan lampu, satu lagi melihat situasi dan 2 orang lainnya datang untuk menyekap dan membawa revan menuju sebuah villa kosong dimana ayah luna telah menunggu.
Sengan kedua tangan terikat ke belakang, sambil bertekuk lutut, revan meminta maaf.
"Berani beraninya kamu melakukan hal seburuk itu pada satu satunya pewarisku?"
"Tolong pak, kita bisa membicarakannya saya akan menghapus semua vidio itu"
Ayah luna tertawa "kamu fikir aku akan percaya begitu saja?"
Pak yuda segera meminta seorang pria untuk melepaskan tali ditangan revan.
Dengan santai ayah luna mengeluarkan ponsel dan merekam vidio. Dia meminta revan melepas pakaiannya satu persatu, setiap menolak sebuah pukulan atau tendangan akan melayang kearahnya, hingga akhirnya revan hanya bisa menuruti perintah ayah luna.
Vidio memalukan itu selesai di buat, sebuah panggilan masuk.
"Saya berhasil mengamankan laptop hp bahkan semua flasdisk milih revan pak"
"Oke, bakar semuanya.." untuk berjaga jaga bahwa masih ada vidio salinan. Sang ayah juga menyewa seorang ahli IT untuk mengecek email milik revan.
Pak ayuda mematikan telfon, dia mendekati revan "aku bukan orang tua yang ramah, sepertinya kamu lupa.. vidio ini akan kusimpan sebagai jaminan bahwa kamu tidak akan lagi mengganggu anakku, jika sampai membuatku kesal kupastikan vidio ini tersebar luas mengerti"
###
4 hari kemudian
Luna datang ke rumah keysa dimana sang ayah sedang mondar mandir di depan rumah.
"Luna kamu datang?"
"Maaf, tadi ada pasien sarurat"
Ayah keysa mengangguk "daritadi keysa mengamuk, sepertinya dia kesakitan"
"Jangan berikan yang dia minta om. Itu hanya akan memperburuk"
"Om tau, om juga tidak tau dimana mendapatkan barang itu"
"Sekarang biar aku yang nemui keysa, om istirahat"
Saat luna masuk ke dalam kamar keysa, dia bisa melihat kamar itu cukup berantakan, di sudut ruang keysa meringkuk kesakitan.
"Keysa.."
Keysa menengasahkan kepalanya "dimana revan, hubungi dia.. berikan aku obat"
"Tidak ada obat"
"Hpku dimana"
"Tidak ada hp"
Keysa menangis mencengkeran pergelangan tangan luna "tolong aku, berikan aku obat" memohon
Sepertinya keysa sangat ketergantungan dengan obat terlarang, tidak ada pilihan lain, luna harus membawanya ke panti rehabilitasi secepat mungkin.
"Tidak akan, aku tidak akan memberikanmu obat"
"Mengapa kamu begitu kejam?" Mulai marah "ini semua karenamu" mulai melemparkan bantal dan barang apapun yang ada di kamar.
Beruntung ayah keysa sudah menyingkirkan barang barang berhaya yang ada di kamar keysa.
Nafas keysa terdengar sangat berat, matanya tidak fokus, tangannya terus menggaruk lengannya yang terluka akibat kukunya sendiri.
Luna segera memeluk keysa "bertahanlah, kamu pasti bisa"
"Berikan aku obat" sambil terus menangis. "Kumohon luna"
Luna terus memeluk keysa, bahkan ketika keysa mulai kembali mengamuk dan menggigit lengannya, Luna tetap tidak melepas pelukannya. Hingga keysa tertidur dan melewati malam yang cukup berat itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Girl love Girl (GXG)
DiversosUntuk 21+ banyak kata2 kasar dan adegan dewasa Semua berubah setekah kejadian malam itu, keysha tidak pernah bisa melupakannya. "Semoga kita bertemu lagi" ucap gadis cantik itu setelah mencium Keysha tanpa izin. Ini adalah kisah tentang cinta yang t...