6 - There's Me Here

258 34 7
                                    

🍁🍁🍁

"Paman, terima kasih sudah membiarkanku tinggal bersama kalian. Tapi-"

"Kau akan tetap disini nak," paman Jung menyela lebih dulu.

Jimin hanya menunduk menatap kedua kakinya yang masih menggunakan sepatu sekolah. Anak laki-laki itu baru saja selesai menangis.

Sebuah tangan mengusap pundaknya dengan lembut, "Nak, kau teman Hae Mi. Anak kami juga."

Jimin mengangkat wajahnya menatap nyonya Jung. Ia masih sedikit terisak ketika jemari lembut nyonya Jung mengusap sisa air di wajahnya.

"Terima kasih bi ..."

Tuan Jung berjalan mendekat dan ganti merangkul Jimin, "Kau disini dulu sementara rumahmu dibersihkan. Bagaimana?"

Jimin menggeleng. "Aku tidak mau tinggal disitu lagi."

Nyonya Jung tak kuasa menahan sedih, wanita paruh baya itu memalingkan wajah dan mengusap kedua sudut matanya.

"Kau tinggal disini selamanya. Okey?"

Jimin beserta nyonya dan tuan Jung menoleh. Ada gadis cantik yang berdiri tak jauh dari mereka. Tangan kecilnya membawa sebuah handuk dan dua potong pakaian.

"Aku tadi sempat mengambil pakaian milikmu," tangannya terulur persis di depan Jimin.

Nyonya Jung tersenyum menatap putri kesayangannya seraya mengusap lembut kepala Jimin.


***

"Jim

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Jim ..."

Hae Mi berjalan mendekat ke sisi ranjang. Tempat dimana Jimin sedang menunduk serta meremas rambutnya sendiri. Dengan hati-hati Hae Mi mengangkat satu tangannya untuk ia letakkan di atas punggung Jimin.

"Maaf ..."

Hae Mi mencoba menenangkan Jimin dengan usapan di atas punggungnya. "Kami tidak bermaksud membuatmu terus mengingat kejadian itu."

Jimin mengangkat wajahnya, ia tersenyum ketika menoleh dan mendapati Hae Mi dengan raut khawatirnya di sana.

"Aku yang minta maaf karena terlalu sensitif," kali ini ganti Jimin yang menenangkan Hae Mi. "Memang sudah seharusnya aku mengingat hal-hal sekecil apapun untuk menemukan mereka."

Hae Mi menggenggam tangan Jimin dengan satu tangannya yang bebas. Wanita itu tersenyum, "Kita pasti menemukan mereka. Kita akan menangkap pembunuh paman dan bibi."

Jimin mengangguk dan balas menggenggam tangan Hae Mi dengan kedua tangannya.

"Terima kasih karena kau sudah begitu baik padaku." Jimin menatap Hae Mi dalam-dalam. "Kau ... Paman ... Bibi ... Adalah orang yang paling aku sayangi."

PARK & LEETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang