Chapter Ten: Triangle - 1

370 43 14
                                    

Sudah lewat dari pukul satu siang saat Yerim akhirnya menginjakkan diri di kampus. Segalanya dilakukan terburu-buru. Pemilihan pakaian yang sangat sederhana, riasan wajah seadanya, sepatu kets yang sama dengan kemarin, juga outer cokelat tua yang dia temukan di tumpukan pakaian lama yang sudah sekian abad tak ia gunakan. Dia merasa tidak fit, belum makan selama 24 jam terakhir. Dia hanya sempat menjejal satu lembar roti tawar sebelum memilih berangkat ke kampus. Rencananya, dia akan makan di kantin kampus saja.

Kelas paginya terlewatkan dan sudah telambat untuk masuk ke kelas selanjutnya. Tujuan Yerim ke kampus hanya untuk makan siang bersama dengan Hyunjin dan kawan-kawan.

Sambil berlari kecil menuju kantin, Yerim teringat dengan kejadian semalam. Bomin pasti murka. Ah, pemuda itu jelas akan melakukan balas dendam nanti. Begitu Yerim mengaktifkan kembali ponselnya, dia langsung menemukan pesan penuh cinta darinya.

 Begitu Yerim mengaktifkan kembali ponselnya, dia langsung menemukan pesan penuh cinta darinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yerim hanya bisa meringis karena ancaman itu tidak begitu menakutkan baginya. Dia sudah menduga kalau Bomin akan seperti itu. Dia tak lagi takut. Lagipula, dia memegang kartu pemuda itu. Berani macam-macam, maka dia akan membeberkan pekerjaannya sebagai streamer porno.

 Berani macam-macam, maka dia akan membeberkan pekerjaannya sebagai streamer porno

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yerim tidak begitu ingin memikirkan apa yang terjadi kemarin. Dia akan membuat Bomin membantunya mendapatkan Hyunjin, seperti rencana yang sesungguhnya. Di jam makan siang seperti ini, mereka pasti berkumpul di kantin. Menembus kerumunan, dia mencapai tempat itu setelah berjalan cukup jauh.

Lelah terbayarkan ketika dia menemukan kawan-kawan Hyunjin di sana. Secepat kilat ia menyisir kelompok untuk menemukan siapa saja yang ada di sana. Jeno, Sungchan, Giselle, Chaewon, Minjeong, dan Beomgyu. Tidak ada duo bajingan di sana. Entah sejak kapan panggilan itu melekat di kepalanya.

"Hai." Yerim bersikap sok dekat, padahal dia sendiri tahu kalau kehadirannya langsung disambut sinis. "Ah, panas sekali." Dia menarik kursi dan duduk di tempat yang kosong, di antara Jeno dan Sungchan. Dua pemuda itu menatapnya keheranan, tetapi mereka berdua tidak protes.

Yerim sengaja memasang wajah tebal padahal dia tahu kehadirannya tidak disukai. Dengan tidak adanya Bomin, mereka bebas mengatakan apa saja. Pada keadaan ini dia akan jadi bahan ejekan. Tetapi, dia tak takut dengan itu.

THE GAMBLER 2: Big League🔞 | TXT & EN-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang