27. Memiliki Hubungan

1.1K 76 0
                                    

Bolak-balik Zartin memandang Papanya dan paman wajah datar. Selanjutnya dia mengerutkan kening, Berpose berpikir selayaknya detektif profesional.

Papa cerewetnya mengatakan hanya orang yang mencintainya bisa menciumnya. Dia mencintai papanya jadi dia boleh menciumnya. Tapi paman wajah datar mencium bibir Papanya, Hmmm... Itu berarti paman wajah datar juga mencintai Papanya! Bayi berasumsi dalam kepalanya.

Sebuah telapak tangan tiba-tiba menghalangi penglihatannya,"Huh?" Zartin tidak bisa melihat apapun selain gelap. Bayi menggoyang-goyangkan kepalanya tapi tangan itu terus mengikuti kemana arah kepalanya berputar.

Pria berjas hitam merasa geli pada telapak tangannya karena hembusan nafas si bayi. Secara diam-diam mengintip kegiatan dua laki-laki disana lalu menunduk kembali begitu dia bersitatap dengan sorot mata hijau suram milik Tuan muda pertama. Pria berjas hitam menelan ludahnya sendiri, Jika tahu waktunya tidak tepat seperti ini lebih baik sebelumnya dia menolak mengantarkan tuan kecilnya kesini.

Dia beserta teman-temannya baru saja diberitahu Tuan Panji bahwa bocah pirang ini adalah anak dari tuan muda pertama mereka. Jadi sebisa mungkin dia berkewajiban untuk melindungi mata suci tuan kecilnya! Walaupun... Dia sadar sudah terlambat karena tuan kecilnya pasti telah melihat adegan tadi.

Refleks Ary mendorong Singar dan tergesa-gesa ke arah bayinya lalu memeluk menenggelamkan wajahnya di bahu kecil itu. Sialan! Sial! Dia kehilangan muka saat ini, Ary merasa sangat-sangat malu bahkan untuk sekedar menatap anak buah Singar.

Apa yang dia lakukan barusan? Menangis dan meneriaki presiden SERSA? Sebutlah dia gila! Tapi mengapa presiden SERSA menciumnya?

"Papa?" Gumam bayi.

"Diam, Biarkan aku seperti ini" Sahut Ary mengeratkan pelukannya, Menghirup dalam aroma khas bayi milik putranya.

Tanpa diperintah Pria berjas hitam mundur menjauh.

Melihat satu pengganggu yang telah mengacaukan acara ciumannya dengan pemuda, Singar segera mengusir anak buahnya, "Pergi"

Dengan anggukan patuh pria berjas hitam segera berbalik ke dalam lift dan menghilang dari sana, Menyisakan dua laki-laki dewasa dan satu bayi.

Hening melanda...

"Paman Singal, Apa Paman mencintai Papaku?" Pertanyaan Zartin memecah keheningan diantara mereka.

Singar bermaksud menjawab tetapi dia kalah cepat dengan Ary yang lebih dulu berucap, "Tentu saja tidak! Ahahaha... Apa yang kamu bicarakan? Tidak ada cinta diantara kami, Aku hanya mencintaimu. Kamu paham?"

Lalu Zartin bertanya lagi, "Jika demikian, Kenapa kalian belciuman?"








Penasaran? Silahkan lanjutkan membaca di aplikasi Karyakarsa ☺️ linknya sudah saya taruh di wall paling atas saya😊

HOT YOUNG PAPA, WILL YA MARRY ME? (Mpreg) (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang