"Aku sudah melihat aksi heroik anda lewat siaran langsung dari TV, Anda sangat hebat!" Puji Frans ditengah membalut perban di lengan Singar.
Diam-diam dia mencuri pandang pada pemuda yang menggendong bayi pirang dari cela pintu yang dibiarkan terbuka. Secara nakal arah tujuannya berpindah ke bokong yang menonjol dari balik celana si pemuda.
Namun sebuah jas putih tiba-tiba muncul di hadapannya sehingga pemandangan indah terhalangi, "Bosan melihat?" Disusul suara penuh intimidasi, Ada kecemburuan yang besar didalamnya.
Frans tersentak, Lantas mendongak, "Hehehe... Maaf atas kelancangan saya. Kasihanilah Dokter ini, Tuan Singar"
"Kondisi Kakek?" Singar mengalihkan topik pembicaraan. Seharusnya dia mendengarkan kata-kata adik sepupunya tentang rencana untuk memecat dokter-dokter cabul di rumah sakitnya.
Hmmm... Ini harus dipikirkan...
Pertanyaan ini serta-merta merubah guratan wajah Frans, "Kondisi Kakek Darta tidak memiliki perubahan sama sekali, Beliau juga tidak ingin menjalani operasi ataupun cara pengobatan yang lain"
Singar pun tidak bisa lagi menyembunyikan kemurungan. Dia berharap pria tua gila cicit itu selalu sehat dan berumur panjang.
"Sebaiknya anda cepat mempertemukannya dengan cicit impiannya" Saran Frans sambil beranjak menyimpan kotak obat.
"Kamu benar"
Frans berbalik dan mengulas senyum, "Semoga beruntung!"
Dia mengangguk. Ketika melihat tangan kanannya yang diperban, Mendadak sebuah ide terlintas di pikirannya. Memakai tangannya dia mengkode Frans agar segera mendekatinya.
"Ada apa?" Tanya Dokter itu bingung.
Sekilas Singar menoleh keluar pintu sebelum membisikkan sesuatu kepada Frans.
Kedua mata Dokter itu membulat, Dia tidak bisa menghalangi senyum geli untuk segera hadir di bibirnya, "Tuan Singar, Bolehkah saya bertanya?" Frans mengangkat satu jari telunjuknya, Tanda bahwa dia hanya meminta satu pertanyaan yang nanti harus dijawab oleh atasannya.
"Tidak" Singar sudah menebak apa yang akan ditanyakan oleh Dokter ini.
Jangan harap dia akan mencoret wajahnya sendiri!
Jari yang berdiri lurus saat itu juga layu, "Oh... Baiklah, Saya mengerti" Ucapnya dengan kecewa.
Beberapa menit setelahnya...
Melihat kehadiran Singar, Ary bergegas menghampiri bersama bayi dipelukannya, "Bagaimana? Apa cederanya separah ini?" Dia kaget mendapati perban tubular yang dipasang di tangan kanan Singar.
Penasaran? Silahkan lanjutkan membaca di aplikasi Karyakarsa ☺️ linknya sudah saya taruh di wall paling atas saya😊

KAMU SEDANG MEMBACA
HOT YOUNG PAPA, WILL YA MARRY ME? (Mpreg) (END)
Romance(TAMAT DI PDF DAN BISA JUGA BELI DI APLIKASI KARYAKARSA!)😁 Malam setelah merayakan Anniversary yang ke 4 tahun dengan kekasihnya, Paginya Ary menemukan dirinya di kamar asing dalam keadaan bugil dan keperjakaanya hilang!! Hatinya hancur lebur menge...