Bibirnya berkerut melihat kotak coklat yang kosong, "Habis, Padahal ini enak" Ary menggigit coklat terakhir sebelum membuang kotaknya ke tempat sampah.
Ceklek...
Singar datang, Satu kresek mangga hijau berada di tangannya.
Mata Ary berbinar cerah, Segera menghampiri pria itu dan merampas makanan yang dibawanya, "Terima kasih sayang"
Pelukan hangat tapi sedikit dingin dirasakannya di waktu berikutnya, "Cium"
Dengan risih Ary melepas tangan di pinggangnya, "Tidak ada cium, Mandi dulu, Baumu sangat mirip sampah!"
Telinga Singar layu, Dia menarik tangannya dengan enggan, "Susah mencari mangga"
Dia hanya tidak tahu bila 2 Pria berjas hitam yang mengikutinya ketakutan saat melihat wajah bos mereka menggelap begitu penjual buah ke 10 yang mereka temui mengatakan tidak menjual mangga.
Ini mengharuskan Singar untuk keluar kota tapi tidak masalah, Dia tidak boleh membiarkan anak berliur di kemudian hari!
Pemuda menghela nafas panjang kemudian berbalik lalu berjinjit sedikit.
Cup
"Aku sudah memberimu hadiah, Jadi cepatlah mandi. Jangan tidur bersamaku jika baumu seperti ini"
Garis datar itu melengkung sedikit, Singar mengangguk-angguk, "Hmmm..." Tergesa-gesa saat dia mengambil handuk.
Beberapa menit berlalu...
Ary tidak tahu bagaimana harus bersikap tenang. Dia menggeliat resah di tempat tidur, Bagian anusnya gatal secara tiba-tiba, Tubuhnya terasa terbakar dari dalam.
Dia menggigit bibir, Melihat ke arah kamar mandi yang dipenuhi uap sehingga kaca pintunya berembun. Itu sama sekali tidak menghalangi pemandangan indah dimana bayangan Singar sedang mandi.
Tanpa sadar jakun Ary bergerak, Saliva ditelannya. Dari terlentang, Dia mengubah tidurnya menjadi menelungkup. Menopang dagu, Kaki belakang Ary melilit satu sama lain, Jari-jarinya bahkan bergantian saling menjepit. Semakin banyak dia memperhatikan itu, Rasa gatal pada lubangnya juga menjadi-jadi.
Panas tubuh yang kian bertambah membuatnya tidak tahan lagi untuk bergegas membuka seluruh kancing piyamanya tapi tidak menanggalkannya. Dia melepas celana kemudian membuangnya sembarangan.
"Arrgh, Kenapa semakin panas?" Ary gelisah, Birahinya memuncak dengan sendirinya. Ary menyentuh lehernya disertai pernafasan yang kasar, "Ah hah hah... Panas!" Kedutan serta rasa gatal pada lubang anusnya kian meresahkan.
Tidak menemukan cara, Ary memilih membungkus dirinya dengan selimut. Mungkin saat keringat keluar nanti, Dia akan baik-baik saja. Sangat disayangkan pemikirannya tidak menjadi kenyataan, Tubuhnya menjadi lebih panas dan terbakar.
Ceklek...
Singar mengeryit bingung mendapati bumbungan selimut, "Kenapa?"
"Panas!"
Mendengarnya menyebutkan itu, Singar berjalan mendekat nakas untuk meraih remote AC dan menambah suhu dingin kemudian berkata pada pemuda yang masih betah terbungkus selimut, "Ini cukup?"
"Puaah!" Ary menyembulkan kepalanya dan menggeleng ribut, "Tambah lagi, Aku sangat kepanasan! Bahkan anusku juga ikut gatal!"
Pria bertelanjang dada itu mengerutkan kening. Bersamaan itu ponselnya menyala menampilkan notifikasi berupa pesan dari adik sepupunya.
Ada tulisan "Semoga bersenang-senang hehe..." Di layar ponselnya.
"..."
Sekarang Singar mengerti kenapa suaminya bisa seperti ini, "Kamu memakan sesuatu?"

KAMU SEDANG MEMBACA
HOT YOUNG PAPA, WILL YA MARRY ME? (Mpreg) (END)
Romance(TAMAT DI PDF DAN BISA JUGA BELI DI APLIKASI KARYAKARSA!)😁 Malam setelah merayakan Anniversary yang ke 4 tahun dengan kekasihnya, Paginya Ary menemukan dirinya di kamar asing dalam keadaan bugil dan keperjakaanya hilang!! Hatinya hancur lebur menge...