Happy reading Phi/Nong-kha~~
Jika ada typo tolong beritahu 🙇🏾♀️Ceklekk....
Suara pintu kamar terbuka bersamaan dengan sosok kecil yang berjalan tanpa suara terdengar.
"Paman Itt," panggil suara anak kecil, membuat Itt mendongak dari layar TV.
"Kau sudah bangun, Salmon, cepatlah datang," Itt melambai. Salmon berjalan ke arah Itt di sofa dan menyerang pria yang lebih tua, lalu berpura-pura menutup matanya. Itt mengangkat keponakannya dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Apakah Salmon akan tidur lagi? Kamu sudah bangun, kan?â", tanyanya lagi.
"Salmon tidak tidur sama sekali," kata anak laki-laki itu lembut.
"Apakah Paman Day sudah kembali?", Salmon bertanya sambil menatap Itt. Itt tersenyum kecil.
"Kenapa? Apakah kamu merindukan Paman Day?", Itt bertanya pada keponakan kesayangannya. Salmon mengangguk sedikit di dadanya. Salmon tidak menyadari bahwa Day sedang bersandar pada kusen pintu kantor, diam-diam memperhatikan mereka.
"Kamu tidak takut pada Day, kan?" Itt pura-pura bertanya lagi. Ada senyuman di wajah Day.
"Salmon takut," jawab Salmon.
"Kamu takut padanya, tapi apakah kamu juga merindukannya?" dia bertanya lagi.
"Iya," jawab Salmon pelan.
....
"Salmon," Day memanggil Salmon dengan nada monoton, menyebabkan anak kecil itu mendongak dan tersenyum lebar.
"Paman Day sudah kembali," kata anak laki-laki itu dengan gembira. Dalam pengertian Salmon, meski dia takut pada Day, tapi Salmon merasa nyaman saat berada di dekatnya. Naluri memberitahu si kecil bahwa orang tersebut adalah orang yang bisa merawat dan melindunginya.
"Apa kau lapar?" Day bertanya, suaranya sedikit lemah.
"Aku lapar, Salmon ingin kue," kata anak laki-laki itu.
"Lapar akan kue atau lapar ingin makan?," Day bertanya lagi.
"Keduanya," jawab Salmon.
"Oke, aku akan mengajakmu makan, tapi..." kata Day dan berhenti. Salmon memandang Day dengan rasa ingin tahu, bertanya-tanya apa yang akan dikatakan Day selanjutnya. Day melihat sekeliling ruangan.
"Siapa yang bermain di dalam ruangan dengan mainan-mainan ini?," Day bertanya pada Salmon dengan tenang. Anak laki-laki itu terdiam sambil menundukkan kepalanya.
"Jawab Paman Day," Itt bertanya pada keponakannya.
"Salmon," anak kecil itu mengakui.
"Kalau bermain sendiri dan menggunakan mainan, kamu harus mengaturnya, paham? Kamu harus menyimpannya setelah bermain," kata Day. Salmon menoleh ke Itt.
"Paman Itt, bantu Salmon membereskannya," kata anak kecil itu dengan nada memohon. Itt hampir kalah.
....
"Itt," Day memanggil Itt dengan suara gelap.
"Um... Salmon harus membereskannya sendiri. Paman Itt tidak menggunakannya, tidak sedikit pun. Simpan dengan cepat dan selesai. Jadi kita bisa segera keluar dan makan kue," kata Itt sambil bertanya pada keponakannya.
"Iya," jawab Salmon, mengetahui tidak ada yang akan menyelamatkannya.
Anak laki-laki kecil itu berlari mengelilingi ruangan mengambil mainan. Dia akan memasukkannya ke dalam keranjang yang telah disiapkan Itt untuknya. Day dan Itt melihat bocah itu, tetap diam dan tidak membantu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Syndrome : Day-Itt Book 2
RomansaDay "Oh! Bersamamu seperti membesarkan seorang anak." Itt "Mulai sekarang, jangan mengurusku! Karena seorang ayah juga bisa menelantarkan anaknya!" ~~~~~ Day "Istriku, kamu pasti cemburu." Itt "Aku tidak cemburu, bodoh!" ~~~~~ Itt "Ya! Aku idiot ma...