Setelah melihat siapa yang datang, dunk segera akan menutup pintu kamarnya lagi dengan susah payah karna seseorang di luar itu menahan dunk agar tidak menutup pintu Kondo nya kembali, hp dunk sudah tergeletak jatuh di samping dunk berdiri sekarang, sementara suara James terdengar memanggil nama dunk dengan sedikit berteriak beberapa kali.
"Dunk jangan di tutup!" Teriak orang itu yang masih berusaha untuk membuka pintu kamar dunk yang sedang di tahan oleh dunk.
"Keluar! Jangan temui aku lagi hiks!" Dunk kembali menangis, itu adalah Joong.
Kekuatan dunk kalah banyak dari Joong alhasil Joong yang menang dan berhasil membuka pintu kamar dunk.
Setelah masuk dunk mundur dengan masih menangis sesenggukan, sementara Joong menutup pintu kamar dunk lalu menguncinya.
"Keluar kau Joong! Aku tidak ingin melihat mu lagi hiks!" Ucap dunk menyuruh Joong agar keluar dari kamar Kondo nya.
Dunk mundur sementara Joong maju mendekati dunk, sialnya lagi dunk terpentok kasur yang membuatnya tidak bisa mundur lagi.
Joong mengambil ancang-ancang, dan..
BRUK!!
Joong berhasil menangkap dunk dan mendekap erat tubuh dunk di dalam pelukannya.
"Joong brengsek! Lepaskan aku!" Dunk memukul-mukul dada besar Joong sedikit kencang.
"Dunk tolong dengarkan aku!" Pinta Joong yang masih memeluk dunk sementara dunk menangis sembari memberontak.
"Jika kau tidak ingin mendengar penjelasan ku! Aku akan mencium mu sampai pingsan!" Tegas Joong dan dunk akhirnya berhenti menangis, ia takut dengan ancaman yang di berikan oleh Joong.
Joong terus memeluk dunk, Joong bisa merasakan detak jantung dunk yang berpacu kencang dan juga Isak tangisnya terdengar jelas.
"Tenang.. jangan takut Joong ga bakal lukai dunk, dunk jangan takut" ucap Joong mengelus lembut Surai halus rambut dunk.
Dunk hanya terdiam sembari menetralkan emosinya yang menggebu.
Joong melepaskan pelukan tubuhnya dari tubuh dunk, sedikit membungkuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan tinggi lawan bicaranya saat ini.
Dunk membuang pandangan matanya ke segala penjuru kamarnya, "kenapa kau sampai segitunya tidak ingin bertemu dengan ku? Apa yang ku lakukan?" Tanya Joong.
Dunk kembali menatap wajah dunk sembari sesekali menyeka ingusnya.
"Kau! Sama saja seperti laki-laki di luar sana kau tau!" Marah dunk, Joong merasa lega karna dunk bisa kembali marah.
"Apa yang telah aku lakukan" tanya Joong memegang kedua pundak dunk.
Dunk kembali memukul-mukul dada besar Joong pelan "kau sama saja seperti mereka! Jika manis di awal permen karet juga bisa!" Dunk kembali menegaskan ucapannya.
"Kau tau! Hiks.. banyak laki-laki yang sudah aku temui di luar sana! Hiks.. mereka seperti buaya kau tau! Mereka akan baik padaku saat di awal lalu akhirnya mereka mengkhianati ku!" Jelas dunk panjang lebar sembari terus memukul-mukul dada Joong.
Joong kembali menarik dunk ke dalam pelukannya, "aku minta maaf,, aku tidak tau apa yang pernah kau alami di masa lalu, dan aku jujur minta maaf karna aku mencium mu tanpa izin" jelas Joong masih mengelus-elus rambut dunk.
"Dan.. apa kau bisa menceritakan kejadian yang sudah membuatmu sampai seperti ini" tanya Joong.
"Jangan di bahas, hiks.. aku muak menceritakannya" jelas dunk mencengkram erat tangan Joong.

KAMU SEDANG MEMBACA
love in silence [joongdunk] Romance
RandomJoong dan dunk bertemu di suatu malam, mereka akhirnya berkenalan, dan menjadi dekat, seiring berjalanya waktu, Benih" cinta mulai tumbuh gimana lanjutnya??? baca aja yaaaa