Jangan lupa bahagia!
Tetap jaga iman dan imunHappy Reading!
***
Pukulan keras secara tiba-tiba Raga layangkan kepada Adipati yang berhasil membuat lelaki itu terhuyung ke belakang. Bukan tanpa alasan, Raga memukul Adipati seperti ini. Lelaki berparas tampan itu sudah tahu jika Adipati menjadi penyebab istrinya kecelakaan. Bahkan, terekam jelas kejujuran Naya tentang Adipati yang pernah melecehkannya."Maksud lo apa, Bangsat!" Adipati mengumpat lalu ia membalas pukulan Raga sehingga mengenai rahang lelaki itu.
Raga berdecak sebal ketika wajah tampannya terkena pukulan Adipati. Ia melihat dari sorot mata Adipati memancarkan amarah. Raga maju lalu mencengkeram erat kerah baju Adipati bahkan tubuh lelaki itu terangkat beberapa senti dari tanah. Sekali lagi, Raga memukulnya sehingga sudut bibir Adipati pecah.
"Itu untuk kamu yang udah buat istri saya celaka!"
"Terus ini untuk kamu yang udah berani melecehkan istri saya!"
Raga menendang kasar tubuh Adipati hingga terjatuh. Kemudian, lelaki berusia 28 tahun itu memukul Adipati secara brutal dan beruntun sehingga Adipati terbatuk karena pukulan Raga berhasil membuat dadanya sesak dan tubuhnya terasa remuk.
"Saya nggak segan-segan buat hidup kamu hancur karena berani mengusik punya saya."
Raga menjauh dari Adipati yang sudah tergelak tak berdaya. Ia juga tak sejahat itu untuk membuat Adipati menemui ajalnya pada hari ini. Raga juga tak ingin dicap sebagai pembunuh.
"Ck!"
Raga berdecak ketika menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Perlawanan Adipati berhasil membuat sudut bibir Raga pecah bahkan pinggir matanya juga terdapat lebam.
Raga kembali melemparkan tatapan tajam ke arah lawannya yang sudah duduk dengan bersandar.
"Bisa tidak mengganggu Naya lagi?" tanyanya dengan nada datar.
Adipati mengangguk, ia berjanji tidak akan menggangu kehidupan Naya lagi karena ia juga tidak mau hidupnya berakhir sia-sia di tangan Raga. Lebih baik, ia menjauh sejauh mungkin.
"Bagus, saya pegang janji kamu!"
Setelah mengatakan kalimat tersebut. Raga melangkah pergi, meskipun ia masih belum merasa cukup untuk menghajar Adipati. Namun, ia masih memikirkan istrinya yang akan marah ketika ia kelewatan batas.
Waktu telah bergulir menggantikan malam. Naya menatap jam dinding dengan gusar karena suaminya masih belum pulang membuat perempuan itu sudah berpikiran macam-macam, takut Raga-nya kenapa-kenapa.
Mendengar salam serta pintu terbuka menarik atensi Naya yang sedari tadi sudah gelisah. Raga tersenyum lalu berjalan mendekati Naya yang berada tidak jauh darinya. Perempuan itu terkejut dengan wajah suaminya yang babak belur.
"Jarang keluar malam, sekalinya keluar pulang-pulang babak belur."
Omelan Naya membuat lelaki itu tersenyum senang karena istrinya tersebut sudah bersuara. Tangan Raga terulur mengusap kepala sang istri dengan lembut.
"Maaf, ya."
"Itu mukanya kenapa bisa kayak gitu sih?" Naya menjadi penasaran, apa penyebab suaminya itu babak belur seperti ini.
"Biasa laki-laki."
Naya merotasikan bola mata malas lalu mencubit pinggang Raga membuat lelaki itu mengaduh.
"Ayo ke kamar," perintah Naya.
"Udah mau ke kamar aja. Mau ngapain, Nay?" Raga tersenyum menggoda membuat Naya terbelalak, sungguh ekspresi seperti ini baru ia dapatkan dari suaminya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Hati Braga (END)
RomanceBraga Pratama Athaya tenggelam dalam jurang patah hati setelah hubungannya dengan Amelia Syakira kandas. Perasaan yang hancur membuatnya mengidap gangguan kecemasan. Di tengah kekelaman itu, hadir sosok Naya Ayura Ningtyas, seorang wanita yang memb...