sifat dan karakter tokoh di cerita ini hanya karangan dari author, tidak ada sangkut pautnya dengan sifat asli dari tokoh-tokoh yang author gunakan sebagai media visual
sorry for typo
==================================================
✦✧ICEBERG✧✦
==================================================
bugh
bugh
bugh
sora dengan emosinya yang tidak terkendali menyerang lalice berkali-kali hingga membuat kapten tim basket tersebut limbung dan hampir pingsan
"banci"
"mati lo"
bugh
lalice tidak dapat menahan serangan beruntun dari sora dan hanya pasrah dengan nasibnya yang kini berada di tangan kakak kembar dari kekasihnya itu
wajah lalice sudah tidak berbentuk dengan berbagai lebam dan darah segar yang mengalir, ia sudah tidak kuat menahan pukulan dan hantaman dari jisoora, emosi yang meluap membuat sora menjadi sosok yang sangat berbeda, tentunya membuat lalice sangat ketakutan
bahkan gio dan wendy yang menyaksikannya tidak dapat menghentikan sora, mereka berdua malah menjadi korban dari amukan sora karena mencoba menghentikannya menyerang lalice
"b-babe.. stop.. please.."
séna yang terbangun karena mendengar suara kekasihnya pun berjalan tertatih menghampiri sora yang bahkan hampir tidak bisa dihentikan, namun séna tidak peduli dan malah memeluk jisoora dari belakang, mencoba menenangkannya sambil terisak
"babe.. im okey, please stop.."
dengan nafas terengah, sora menghentikan pukulannya terhadap lalice dan membalikkan tubuhnya menghadap séna. sora pun langsung mendekapnya dengan erat, seolah meredam emosinya yang masih meluap. ya, hanya séna yang dapat menghentikannya
"maaf sayang, maaf gak ada disamping kamu.. maaf gak bisa jagain kamu, maaf.."
suara sora bergetar, sungguh ia sangat membenci dirinya jika terjadi hal yang lebih parah dari ini. dengan tarikan nafas dalam, sora kembali menatap lalice yang sudah tersingkur di lantai.
"s soo.."
lalice memanggilnya dengan lemah, seolah mengetahui saat ini sora sudah sedikit tenang, maka ini kesempatannya untuk menjelaskan
"gue gak butuh maaf lo"
"dengerin gue soo, gue jelasin dari awal"
"..."
[ flashback ]
"sorry sén.. sorry"
lalice menggendong séna dengan menggumamkan kata maaf berkali-kali. ia membawanya menuju uks dengan tergesa, bahkan keadaan jennie seakan tergantikan oleh kondisi séan. ia merasa bersalah karna menjadi penyebab atas luka rosénna
"bangun sén.. gue mohon.."
"enng.. s sora?"
séna mulai tersadar dalam gendongan lalice, merasakan seluruh tubuhnya nyeri
"sén? sorry ini gue lalice, please jangan pingsan lagi, gue bawa lo ke uks dulu"
séna kaget dan langsung menjauhkan tubuhnya kebelakang, padahal sebelumnya ia sempat merasa nyaman saat berfikir jika sora yang membawanya. perasaan takutnya kepada lalice membuat perutnya menegang, dan kembali keringat dingin bercucuran
