"tidak mungkin" karina mengacak rambutnya memikirkan sesuatu yang semoga saja bukan apa yang dia pikirkan nya saat ini
"semoga apa yang aku pikirkan itu salah, tapi aku juga harus memastikan nya agar aku tenang" ucap karina dalam hati
=======
ini ce...
Hari ini Junho di titipkan kepada Jeno, park ahjumma sudah meminta izin pada Karina tentang hal ini. Awalnya Karina sempat tidak mengizinkan, namun pada akhirnya ia mengizinkan Junho dititipkan pada Jeno.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____
Jeno menunggu ahjumma dan junho di parkiran dorm aespa, tidak lama park ahjumma datang. Jeno yang melihatnya langsung keluar dari mobil, membantu membawa barang-barang junho masuk ke dalam mobil
"Jeno-ssi, ini ASI yang sudah di bekukan, nanti sesampainya di rumah mu, kau jangan lupa untuk menaruh ASI ini ke freezer agar tidak basi" park ahjumma memberikan tas yang berisikan ASI itu, lalu Jeno menerima tar tersebut
" apa kau tau cara menghangatkan ASI?" tanya park ahjumma, Jeno menggeleng. Park ahjumma pun langsung memberi tau pada Jeno cara menghangatkan ASI
"lalu ini susu formula untuk Junho, aku akan memberikan mu buku catatan tentang Junho" park ahjumma memberikan tas yang berisikan susu formula dan buku catatan Junho pada jeno
"maaf merepotkan mu Jeno-ssi, aku sangat berterimakasih pada mu, karna kau sudah bersedia untuk menjaga Junho" ucap park ahjumma
"tidak masalah ahjumma, lagipula Karina teman ku, sudah pasti aku membantunya" ucap jeno tersenyum
"baiklah, Jeno-ssi aku titip Junho pada mu ya" park ahjumma memberikan Junho pada Jeno. Jeno mengambil alih Junho dari gendongan park ahjumma, Jeno pun menaruh Junho di carseat yang sudah ia pasang.
"kalau begitu aku pergi dulu ahjumma" ucap Jeno membungkuk memberi salam
"ahh ne Jeno-ssi, hati-hati dijalan, maaf aku merepotkan mu" ucap park ahjumma
"gwenchana ahjumma, aku pamit" Jeno memasuki mobil, lalu ia pergi meninggalkan park ahjumma
====
Di mobil, Jeno sesekali melihat ke kaca, ia melihat Junho sedang mengemut jempolnya. Jeno tersenyum, ini pertama kalinya ia akan merawat seorang bayi