Gian melepaskan pelukannya dari shara dan menatap mata Shara dengan penuh kasih sayang, " Ra, semua akan baik baik aja, kakak yakin itu, jangan nangis lagi, kamu harus kuat buat kak Illy." Sambil menghapus air mata shara. Tanpa mereka sadari Rey melihat kejadian itu dan bertanya siapa laki laki itu. Shara melihat rey lalu menghampirinya "Rey bisa ikut gue sebentar sekalian ambil baju ganti buat abang?" belum sempat rey menjawab ajakan shara, ali datang Bersama gian yang sejak tadi memperhatikan interaksi antara rey dan shara dari kejahuhan. "Zia lo pulang aja dulu aja sama gian buat mandi sama tolong ambilin baju gue sama rey buat ganti yaa" Shara diam menatap ali, gian dan rey bergantian, "Tapi bang ada yang mau zia omongin sama rey boleh?" ali menatap shara dengan tatapan bertanya "mau ngomongin apa? Bisa nanti kan zia abang udah gerah nih, lagian untuk saat ini abang lebih percaya kalo lo pulang bareng gian daripada rey, jadi nurut yaa sama abang" shara menatap rey sebentar, "yaudah bang zia pamit pulang dulu yaa, ayo kak gian", "iya ayo ra, gue pamit yaa li mm rey assalamualaikum" sepeninggal shara dan gian rey hanya menunduk tak berani menatap ali, sedangkan ali tatapannya hanya fokus pada gadis yang dicintainya yang sedang berdaya. "rey lo tau penyesalan gue saat ini adalah ketika gue nggak bisa nepatin janji gue sama Illy untuk nggak kecewa sama lo rey, lo juga udah berhasil buat dunia gue hancur tanpa sisa makasih yaa" seraya ali tertawa sumbang dengan derai air mata. Tak berapa lama suster mengabarkan ali dipanggil dokter ke rungannya ingin membicarakan perkembangan yang prilly alami. "gue titip illy dulu" ucap ali tanpa menatap rey, kemudian berlalu. Setelah kepergian ali, rey memasuki ruangan prilly, rey duduk dibangku dan menatap sedih prilly, "assalamualaikum kak apa kabar? Jangan lama-lama yaa tidurnya, maafin pangeran udah bikin kakak kayak gini, tapi dendam ini nggak bisa hilang gitu aja dari hati gue kak, tapi jujur gue nggak mau ngeliat lo terbaring nggak berdaya kayak gini kak, gue kangen bawelnya lo kak, gue kangen curhat sama lo, ngejailin lo, bang ali juga hancur banget kak bahkan dia nggak pulang sama sekali, gue mohon bangun lo bangun yaa gue sayang banget sama lo kak, walaupun gue nggak yakin lo bangun nanti, lo bakal aman dari dendam yang gue ciptakan, makasih udah selalu sayang sama gue, gue harap bang ali selalu bisa lindungin lo dan ara yaa dari kegilaan gue ini, gue pamit keluar dulu kak bye...." Ucap rey dengan mata berlinang air mata. "mau sampai kapan rey kayak gini, gue rasa penyesalan itu akan datang ketika lo paham akan satu hal, dan itu terlambat"

KAMU SEDANG MEMBACA
Seperti Darah Tak Merindukan Luka
FanfictionAdhnan Latief Idzhar Prisha Leona Yania Rafandra Emir Yudistira Bellvania shazia Laneira " Aku tau kita saling mencintai, tapi maaf untuk sekarang aku tak bisa jujur agar dirimu aman ''-A Aku melihat cinta dimatamu untuku begitupun aku juga sangat...