Guys rame in dong, gak pada kangen nih sama Andrez dan Jio?? Ayo dong rame in yaa jangan lupa vote sama komennya!
Happy reading!
.
.
.
.
.
.
MCKMalam ini Andrez beserta teman-temannya berkumpul untuk barbeque bersama. Mereka membakar ayam dan sosis. Ketika semuanya sibuk sedang mempersiapkan acara bakar-bakarannya, lain dengan Kenzio. Cowok satu itu malah sibuk dari tadi merengek gak jelas hingga membuat Andrez pusing.
"Ayankkk ihh dengerin Jio kenapa sih!" Ujar Kenzio yang mulai kesal karena di acuhkan oleh Andrez.
"Bentar dulu yang ini sedikit lagi tanggung," jawab Andrez yang sibuk menata ayam di panggangan.
"Om Jio kayak anak kecil ya, melengek telus sama om andles," bisik Raisa.
Raisa adalah anak pertama Intan dan Melvin yang saat ini berumur 5 tahun. Wajahnya yang cantik dan kulitnya yang putih persis sekali menjiplak semua yang ada pada Intan.
"Iya om Jio kayak anak kecil," balas Vero. Bocah berusia 5 tahun itu menanggapi bisikan Raisa. Vero adalah anak pertama Agung dan Syifa. Hidungnya yang mancung serta alis mata yang tebal persis sekali seperti Agung.
"Heh bocah cadel! Jangan ikut-ikutan urusan orang dewasa!" Hardik Kenzio seperti sedang bertengkar dengan teman seusianya.
Sedangkan yang lain hanya terkekeh melihat kelakuan Kenzio. Intan yang sedang menyusui bayinya hanya bisa terkekeh pelan takut bayinya terbangun lagi. Sedangkan Syifa, wanita itu sedang membuat jus lemon untuk minuman malam ini.
"Cih dewasa, om aja kayak anak kecil kan Velo," ujar Raisa.
"Velo Velo, Vero cadel!" Ujar Kenzio membenarkan kalimat Raisa yang cadel.
"Udah ah, kamu kok malah ngelawanin Raisa sih kaya anak kecil aja," lerai Andrez.
"Lagian dia rese yank, ish ayang cepetan perut Jio udah sakit banget ini."
"Iya-iya, guys gue ke kamar dulu ya mau ngasih perut Jio minyak angin, sebentar doang kok," ujar Andrez.
Mereka berdua pun menuju ke kamar meninggalkan yang lainnya. Setibanya di kamar, Kenzio langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang empuk milik mereka. Lalu Andrez datang membawa minyak angin berukuran mini. Andrez menyibakkan baju Kenzio dan mulai mengoleskan minyak angin di perut sixpack milik Kenzio.
"Kok bisa masuk angin sih, tadi siang ayank makan apa aja?" Tanya Andrez sambil terus mengoleskan minyak angin tersebut.
"Gak makan apa-apa yank, kan cuma makan masakan ayank."
"Kepalanya sakit gak?"
"Nggak."
Selang beberapa detik Andrez selesai dengan aktifitasnya. Dia kembali meletakkan minyak angin di tempat semula.
"Yaudah aku ke bawah dulu, ayank mau ikut apa disini?"
"Ikut."
"Yaudah ayok."
"Ish tunggu atuh yank," teriak Kenzio ketika Andrez mendahuluinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Childish Kenzio 1 (End)
RomanceWarning : Cerita ini mengandung unsur BxB : Cerita ini murni karangan saya sendiri, jadi mohon dihargai dan jangan plagiat. Buat kalian yang menemukan cerita ini di lapak lain, mohon laporkan kepada saya. Kalian te...