Broken

18.4K 1.2K 170
                                        

Disclaimer : Ingat pesan Noona! Ga suka alur, ga kuat baca yang sedih-sedih... skip aja. Book Heaven ga seindah judul yang artinya surga. Be wise oke? Tolong inget lagi, ini fiksi.







.






Pagi tiba membuat sepasang kekasih yang masih setia dengan posisi berpelukan itu terbangun. Yeri melenguh kecil dan Mark menyadari bahwa Haechan sudah tidak ada di kamarnya.

"Aku akan mandi lebih dulu.."

Mark beranjak ke kamar mandi, membasuh diri dengan air hangat. Mark sedikit terkejut ketika Yeri memeluk tubuh Mark dari belakang. Mark dapat merasakan halus kulit sang kekasih yang telanjang di belakangnya.

"Mandi bersama, Mark?"

Mark tersenyum, berbalik lalu melumat bibir Yeri, tangannya tidak diam, naik dan meremas payudara kenyal yang puncaknya sudah begitu menegang ingin disentuh.

"Nghhh Markkkh.. sentuh aku.. ahh"

"As your wish, babe.."

.

.

Haechan memang sadar diri, tetapi Haechan bertekad selama 5 tahun pernikahannya ini ia akan menjalani posisi sebagai selayaknya seorang pendamping. Karena itu Haechan tetap memasak, menyiapkan pakaian dan keperluan Mark setiap harinya walaupun seringkali Mark tidak mempedulikannya.

"Ahhh Markkeuhhh ... ohh lagi.. lagi ahhh.."

"Agh, sayang.. Yeri.. Yeri-ah... fuck it you are so good.."

Telinga Haechan pengang mendengar desahan yang berasal dari kamar mandi di kamar Mark. Pintunya tidak ditutup rapat membuat Haechan bisa mendengar semuanya. Haechan kembali ke kamar Mark untuk menyiapkan kemeja dan jas kantor Mark. Rutinitasnya setiap pagi, biasanya Mark juga tetap abai namun sesekali memakai apa yang sudah Haechan siapkan.

"Apa aku bisa bertahan lebih dari ini, Tuhan?"

Haechan tidak bisa menangis lagi karena semalam air matanya seakan terkuras hingga saat bangun tadi matanya sembab. Haechan bahkan harus mengompresnya dengan air dingin dini hari tadi.

Haechan menyingkir dari kamar sang suami. Dan tidak lama dari itu, Mark keluar dengan tubuh telanjang berdua dengan Yeri. Mark sedikit mengernyit mendapati pakaian kantornya tersimpan rapi di ujung ranjang. Haechan tadi kemari.

"Hah, Haechan-mu itu juga selalu menyiapkan pakaianmu Mark? Benar-benar pendamping yang baik ya?"

Mark memutar matanya sambil terkekeh.

"Begitulah. Dia terkadang cukup berguna.."

Yeri membantu Mark berpakaian, memasangkan dasi seakan keduanya adalah suami istri.

"Oh aku tidak sabar menunggu hingga 5 tahun untuk melakukan rutinitas ini bersamamu, Mark."

"Rutinitas yang mana, hm? Bercinta denganku setiap pagi?"

Yeri merona dan tertawa.

.

.

Haechan dilarikan ke Seoul Medical Center. Usia kandungannya belum cukup namun sepertinya Haechan akan melahirkan lebih cepat. Haechan menangis memegangi perutnya yang kram luar biasa, sedangkan Mark menghubungi orangtuanya serta orangtua Haechan untuk memberitahukan hal ini.

Operation Room sudah berjalan sekitar dua puluh menit lamanya. Mark duduk diam menunggu kelahiran anaknya yang sejujurnya Mark sendiri tidak tahu jenis kelaminnya lelaki atau perempuan karena dirinya tidak pernah sekalipun mengantar Haechan untuk sekedar mengontrol kandungannya. Dan sejujurnya Mark juga tidak terlalu peduli.

HEAVEN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang