🍭 Gwenchana (Mitzu)

235 20 0
                                    

*Tzuyu POV

Pada saat kau mengalami pertikaian dengan orang yang kau cintai, tidak ada yang lebih tepat untuk kau lakukan selain diam. Sebab, jika kau bicara, hanya akan ada dua kemungkinan: kau yang sakit atau kau akan menyakitinya. Dua duanya itu begitu mendera. Dan aku memilih opsi pertama, aku yang sakit.

Ya, aku terlalu mencintai kekasihku. Kita telah bersama selama Tujuh Tahun. Cukup lama bukan?

Saat ini aku sedang berada di tepi Pantai. Melepaskan segala kekesalanku hari ini, menumpahkan segala rasa sakit yang aku alami dan sangat cengeng aku menangis lagi.

Deru pesisir pantai seakan mengerti suasana hatiku. Angin malam menerobos ke tubuhku yang hanya memakai kemeja putih. Sangat dingin mengulitiku, tapi aku tidak peduli. Relungku panas tercabik-cabik.

"Mengapa kamu seakan memenjarakanku, Mina?" Lirihku disela tangisku.

"Mengapa aku seakan terlihat baik-baik saja?"

"Apakah kamu tidak sadar jika kamu menyakitiku?"

"Dan aku tak bisa mengutarakan apa yang aku rasakan selama ini"

"Aku tak bisa memberitahumu bahwa aku sakit"

"Aku tak bisa memberitahumu bahwa aku terluka"

"Aku juga tidak bisa berkata tidak"

"Aku harus mengikuti semua maumu"

"Aku yang harus selalu mengalah"

"Mengapa kamu sangat keras kepala?"

"Mengapa kamu sangat egois?"

Aku hanya bisa mengoceh sendiri disini. Air mata mengalir sedari tadi. Rasanya kepalaku mau meledak. Seakan menyampaikan pada pantai dan malam "Inilah aku Chou Tzuyu yang terluka karena kekasihku"

"Tzu, kamu harus seperti ini!"

"Tzu, kamu harus seperti itu!"

"Tzu, kamu harus mendengarkanku!"

"Tzu, jangan membuatku kesal!"

"Tzu, jangan bertemu dengan teman-temanmu!"

"Aaaaaaaaaa.........." Teriakku untuk melepaskan segala bebanku.

Aku mengusap pelipisku dengan kasar dan mengacak-acak rambutku. Semua peraturan Mina berputar di otakku.

"Tzuyu, bisakah kamu tidak membuatku marah!"

"Bisakah kamu berhenti bertemu dengan teman-temanmu yang tidak guna itu!"

"Bisakah kamu tidak bersahabat dengan wanita!"

"Tzuyu, jemputku sekarang!"

"Tzuyu, kamu bodoh atau bagaimana!"

"Tzuyu, mengapa kamu ceroboh sekali!"

"Tzuyu, mengapa kamu tidak bisa menjadi pria seperti yang lain!"

"Tzuyu, Tzuyu, Tzuyu dan lain-lainnya..."

Ya, kata-kata Mina terngiang sangat jelas bagiku. Setiap pertengkaran selalu kalimat kasar yang ia lantunkan padaku. Bisa dikatakan bukan bertengkar, tatapi setiap kali ia marah padaku. Marah-marah yang tidak jelas, hingga aku kadang tidak tahu letak kesalahanku. Aku selalu tidak benar dimatanya. Ya, mungkin Mina benar aku sangat bodoh. Aku selalu ceroboh hingga membuatnya seperti itu. Yang aku lakukan hanyalah diam saat emosi menguasainya. Seperti yang aku katakan "Aku tak ingin bersua, aku takut menyakitinya"

Aku memang sering merasa kesal dengan Mina, ia selalu melarangku ini dan itu. Melarang aku bertemu dengan teman-temanku, melarangku berteman dengan wanita. Awalnya aku hanya mengira ia terlalu cemburu, hingga aku menurutinya. Aku jarang bertemu dengan teman-temanmu. Bahkan acara reunian dengan sahabat dekatku, ia juga melarangnya. Aku masih bisa memahaminya. Namun, lambat laun ia benar-benar mengekangku dengan segala hal. Aku merasa seperti boneka baginya. Aku harus mengikuti semua peraturannya, karena aku mencintainya tentu saja aku menurutinya. Akan tetapi ia tidak sepenuhnya selalu bersamaku. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja dan bekerja. Kuakui Mina adalah seorang wanita yang pekerja keras. Setelah Appanya meninggal, dia lah yang mengambil alih perusahaan Appanya. Mungkin itulah yang membuatnya menjadi wanita yang tegas dan mandiri. Namun, aku juga bekerja di Perusahaan, Aku sibuk tapi juga tidak sesibuk dirinya. Aku tidak mempermasalahkan itu karena aku sangat mencintainya.

Mina terlalu sering berkata kasar padaku hingga aku sudah terbiasa. Sakit? itu sudah pasti. Belum sembuh luka yang ia torehkan, kembali ia sirami. Dan aku hanya bisa diam, diam dan diam lagi. Aku tidak ingin memperpanjang masalah. Dan setiap hal itu terjadi, aku selalu datang ke tempat ini. Pantai ini menjadi satu-satunya ku ajak bicara dan malam yang selalu memelukku dengan iba. Namun, hari ini Mina menyakitiku jauh lebih dalam. Kalimat terakhir yang terngiang di otakku.

"Tzuyu, mengapa kamu tidak bisa menjadi Pria seperti yang lain!"

"Mengapa kamu....." Belum sempat ia melanjutkannya, aku sudah pergi meninggalkannya. Ini sudah keterlaluan!

Aku tahu tadi ia memanggil-manggil namaku. Aku tidak menoleh. Aku terlalu sakit. Jika aku tetap disana, aku takut kataku menyakitinya.

Ini pertama kalinya aku meninggalkannya ketika ia sedang marah. Biasanya dia lah yang pergi berlalu setelah puas melampiaskan emosinya. Sungguh hatiku tidak bisa menerima jika itu perbandingan. Jika ia menemukan pria yang ia maksud, mengapa ia tidak meninggalkanku saja? mengapa ia masih bertahan denganku? bukankah aku selalu salah dimatanya? bukankah aku adalah pria yang bodoh? bukankah aku pria yang ceroboh?

Tujuh Tahun itu bukanlah waktu yang singkat. Aku selalu mengatakan bahwa aku mencintainya, mencintainya dan sangat mencintainya, hingga aku selalu menerima baik dan buruknya. Bagiku Mina adalah wanita yang sangat cantik, tegas, pekerja keras, mandiri dan jika ia tersenyum ia sangat manis. Jika aku memeluknya itu sangat nyaman dan jika ia berkata lembut itu membuatku semakin jatuh cinta. Mata yang indah, tahi lalat yang menawan, bibir yang mempesona dan gummy smile yang menarik. Itu adalah hal yang selalu aku rindukan. Hingga aku mengesampingkan sifatnya. Terlepas dari itu aku tetap dan selalu mencintainya.

Sudah hampir Dua jam aku disini. Aku merasa jauh lebih lega. Mataku pun terasa sangat perih karena menangis. Kuhembus nafasku panjang, menetralkan jantungku yang sedari tadi berantakan dan menghapus air mataku dengan pelan. Aku akan memutuskan bertemu dengan Mina. Aku sama sekali tidak ingin ia merasa bersedih dan terluka. Aku mencintainya lebih dari apapun. Aku tidak ingin kehilangannya. Biarlah beban ini kutanggung sendiri.

"Aku memaafkanmu Mina. Semua akan baik-baik saja. Gwenchana"












 Gwenchana"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Karena lagi ngetrend bangat soundnya Gwenchana. Saya pun terinspirasi akan hal itu.😁✌️

Gwenchana guys 😀😍




















ONESHOT (SATZU/MITZU/JITZU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang