Candi Prambanan adalah sebuah kompleks candi Hindu yang terletak di Indonesia, tepatnya di desa Prambanan di pulau Jawa. Candi ini merupakan salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Kompleks ini didedikasikan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu: Brahma, Wisnu, dan Siwa. Nama asli kompleks ini adalah Siwagrha, yang berarti 'Rumah Siwa' dalam bahasa Sansekerta, mencerminkan penekanan pada dewa Siwa di ruang utama candi.
Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Barhman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
Nama lain dari Prambanan dapat berarti 5 (lima) gunung yang dalam bahasa Khmer/Kamboja 5 (lima) adalah Pram dan banam adalah gunung (ប្រាំភ្នំ). Hal ini menggambarkan 5 puncak gunung dari Himalaya di India. Mengingat pada saat yang sama dalam kronik Khmer bahwa Bangsa Jawa pernah menjajah Khmer selama 200 tahun dan Jayawarman ke 2 yang pernah di Jawa merupakan pahlawan yang membebaskan Khmer dari dominasi Jawa.
Candi Prambanan adalah salah satu candi Hindu terbesar di Asia Tenggara selain Angkor Wat. Tiga candi utama disebut Trimurti dan dipersembahkan kepada tiga dewa utama Trimurti: Siwa sang Penghancur, Wisnu sang Pemelihara dan Brahma sang Pencipta. Di kompleks candi ini Siwa lebih diutamakan dan lebih dimuliakan dari dua dewa Trimurti lainnya. Candi Siwa sebagai bangunan utama sekaligus yang terbesar dan tertinggi, menjulang setinggi 47 meter.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Memasuki candi utama dari sebelah utara, terdapat sebuah patung putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang. Menurut legenda, Roro Jonggrang adalah putri Raja Boko yang dikutuk sehingga berubah menjadi patung. Legenda tersebut menyebutkan bahwa seorang pria muda yang perkasa bernama Bandung Bondowoso ingin menikahi Roro Jonggrang. Karena Roro Jonggrang tidak mencintai Bandung Bondowoso maka ia berusaha menolak dengan meminta hadiah dari Bandung Bondowoso. Sang putri berkata bahwa ia akan menikahi Bandung Bondowoso jika ia dapat membuktikan keperkasaannya. Bandung Bondowoso diharuskan membangun 1000 candi dalam satu malam. Dengan kekuatan supranaturalnya Bandung Bondowoso hampir berhasil membangun candi-candi tersebut. Namun Roro Jonggrang berhasil menggagalkannya dengan memerintahkan para pembantunya untuk membakar jerami kering dan menampi beras sehingga suasana menjadi seperti pagi dan matahari akan terbit. Sehingga saat ayam berkokok, semua mahkluk halus yang membantu Bandung Bondowoso pergi karena mereka mengira bahwa hari telah menjelang fajar. Dalam kemarahannya Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung yang sekarang menjadi bagian dari candi tersebut.